Fenomena Adat Rebo Wekasan di Masyarakat Jawa

0 323

Fenomena Adat Rebo Wekasan di Masyarakat Jawa

Adat dari Rebo Wekasan dari satu daerah dengan daerah lainnya agak berbeda yang terletak di berbagai daerah misalnya :

Cirebon
Ngapem, Ngirap dan Rebo Wekasan, adalah tradisi Saparan Cirebon. Ngapem, berasal dari kata Apem, yakni kue yang terbuat dari tepung beras yang difermentasi.Biasanya tradisi ini juga membuat Apem  yang juga di bagikan ke para tetangga.Pada adat Rebo Wekasan mereka ngalap berkah di sungai yang konon tempat Sunan Kali Jaga membersihkan diri, pada Rebo wekasan saat berguru kepada Sunan Gunung Djati.Tradisi ini juga biasanya dengan bernyanyi “Wur Tawur nyi tawur, selamat dawa umur…” (Bu, bagikanlah sesuatu ke kami, semoga selalu sehat, aman dan panjang umur..). Yang artinya, selamatlah Anda setelah hari Rebo terakhir ini.  Yang mana pada Ritual unik itu berlangsung sesudah sholat Isya hingga subuh.

Bantul
Tradisi Rebo Wekasan atau Rebo Pungkasan dilaksanakan sebagai wujud ungkapan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Kuasa. Kirab ini diawali dengan barisan Kraton Yogyakarta, disusul lemper raksasa, dan kelompok kesenian rakyat seperti sholawatan, kubrosiswo, rodat dan sebagainya.Puncak acara ini ialah kirab lemper yang berukuran 2,5 meter dengan diameter 45 cm.

Lemper Raksasa biasanya di bagikan pada tamu undangan sedangkan makanan yang lainnya untuk para masyarakat umum.Tradisi ini juga ada pasar malam dan juga pergelaran kesenian  yang biasanya di lakukan pada tradisi ini.

Gresik
Ritual Rabu terakhir di Gresik lain lagi, tradisi yang sudah ada dari ratusan tahun lalu itu lebih terlihat sebagai acara sebagaimana acara pengajian pada umumnya.Acara Rabu wekasan adalah acara silaturahmi begitu . Jadi ada hikmah besar yang dapat diambil manfaat dalam perayaan Rabu wekasan

 

 

Source Fenomena Rebo Wekasan di Masyarakat Jawa infotegal
Comments
Loading...