Falsafah Jawa

0 39

Orang Jawa dikenal sebagai kelompok etnis yang memiliki kekayaan falsafah hidup dan unggah-ungguh (etika) yang sangat luas. Sarat dengan peribahasa, langgam, dan konotasi.Hati bisa saja tidak senang, namun mimik dan tata bahasatetap manis. Sungguh sangat berbeda dengan etnis-etnis lain yang berkarakter tegas dan apa adanya. Orang Jawa sangat mengedepankan harmoni berbahasa dan kiasan dalam bersikap.

  1. “Aja waton ngomong, nanging ngomonga nganggo waton”  Artinya : Jangan asal bicara, tetapi bicaralah dengan alasan yang jelas  “Aja rumangsa bisa nanging bisaa rumangsa” Sangat mudah untuk  Artinya : Jangan merasa bisa, menemukan ragam falsafah tapi bisalah merasa atau hidup dari jagat Jawa yang menggunakan perasaan sangat dalam maknanya,penuh kearifan, dan konotatif  “Sepuh sepa, tuwa tuwas” ungkapannya.  Artinya : Tua hambar atau Misal, tidak memiliki rasa lagi atau orang tua yang sia-sia
  2. “Bandha bisa lunga, pangkat bisa oncat, bojo ayu bisa melayu”Artinya : Harta dapat lenyap, jabatan dapat hilang, istri cantik dapatpergi, yang bermakna segala apa yang dimiliki bisa hilang kapansaja“Suradira jayaningrat lebur dening pangastuti”Artinya : Sekuat apapun prilaku sombong, takabur sewenang-wenang, akhirnya hancur oleh prilaku budi pekerti yang baik“Yitno yuwana lena kena”Artinya : Mereka yang waspada dan berhati-hati akan selamatsedangkan yang lengah dan seenaknya sendiri akan celaka
  3. “Dikuncenana digedhongana wong mati mangsa wurung” Artinya : Dicegah dengan cara apapun bila sudah saatnya tiba orang yang meninggal tidak dapat diperpanjang umurnya “Ngungkurake kadonyan ngalap kasuwargan” Artinya : Orang yang tidak mengutamakan kepentingan duniawi, tetapi berbuat kebaikkan yang hakiki untuk kepentingan akhiratnya nanti
  4. “Sutra lungset ing sampiran” Artinya : Orang yangsangat pandai tetapi tidak memanfaatkan kepandaiannya sampai tua menjelang akhir hayatnya “Ing ngarsa sung tuladha, ing madya mbangun karsa, tut wuri handayani” Artinya : Didepan dapat menjadi teladan, ditengah dapat menumbuhkan semangat, dibelakang sanggup memberi kekuatan
  5. Membaca dan menyimak ungkapan-ungkapan itu layaknya kita tengahmenerima siraman nasihat-nasihat hidupdari bila sudah saatnya tiba orang Jawa,yang kaya makna, filosofi, kekuatanbahasa, dan keutamaan etika.
Source https://www.slideshare.net https://www.slideshare.net/Hermadi/falsafah-jawa

Leave A Reply

Your email address will not be published.