Falsafah Jawa Molimo, Ajaran Sunan Ampel

0 165

Falsafah menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah gagasan, anggaoan, sikap batin yang paling dasar yang dimiliki oleh orang atau oleh masyarakat, falsafah juga bisa diartikan sebagai pandangan hidup. dalam keberagaman suku dan budaya, masyarakat Indinesia mempunyai banyak falsafah, salah satunya adalah falsafah Jawa yang berisi gagasan dan ajaran yang adiluhung.

Salah satu falsafah jawa yang terkenal adalah molimo atau lima ajaran. dalam sejarah jawa, asal muasal molimo adalah molimo awalnya merupakan sebuah ajaran atau mahzab yang dilakukan oleh para pemeluk agama budha Shiwa yang dilakukan untuk mencapai kebahagiaan hidul.  molimo yang dianut agama budha pada waktu itu adalah mamsa (yang berarti daging), matsa (yang berati ikan), madya (yang berarti arak) maiathuna (yang berarti perempuan atau seks) dan  mudras (atau topo broto / semedi).

karena ajaran tersebut membuat tananan masyarakat kian kacau, maka kemudian pada masa walisongo, yaitu pada masa penyebaran Islam oleh Sunan Ampel, ajaran molimo bukan tentang mamsa, matsa, madya, maithuna, dan mudras melainkan tentang larangan melakukan hal tersebut. jadi arti molimo diubah menjadi moh madhat (tidak mau candu / obat-obatan terlarang).

Moh madhon (tidak main perempuan / seks) moh mendem / mabuk (tidak mabuk-mabukan) moh maling (tidak mencuri / mengambil hak orang lain) dan moh main (tidak berjudi). Itulah makna falsafah jawa Molimo, falsafah yang masih dikenal hingga sekarang ini memang terlihat sederhana namun bisa menjadi kunci sebagai larangan untuk melakukan perbuatan maksiat.

Source http://wartajowo.blogspot.com http://wartajowo.blogspot.com/2018/08/arti-falsafah-jawa-molimo-ajaran-sunan.html
Comments
Loading...