budayajawa.id

Fakta Kitab Smaradahana

0 79

Fakta Kitab Smaradahana

Kisah-kisah sejarah mengenai kerajaan yang ada di Indonesia banyak ditulis dalam bentuk kitab. Salah satu kitab yang juga banyak dibahas adalah kitab Smaradahana. Kitab satu ini termasuk kitab sastra Jawa yang terbilang kuno. Mpu Dharmaja adalah pujangga yang menulis kitab bernama kitab Smaradahana. Dalam kisahnya, kitab ini menceritakan dua tokoh yang bernama Dewa Kama dan istrinya yaitu, Dewi Ratih. Anda mungkin kurang begitu mengenal kitab satu ini karena namanya yang terdengar agak sulit diucapkan. Namun bagi para sastrawan, kitab ini termasuk kitab pelengkap kisah sejarah kerajaan pada masa Jawa Kuno. Berikut adalah beberapa fakta kitab Smaradahana:

Arti Panah Pancawisesa

Dalam kisah yang dituliskan dalam kitab Smaradahana, Dewa Siwa terkena hempasan panah yang disebut dengan panah pancawisesa. Batara Kamajaya melepas panah ini agar dewa Siwa yang sedang bertapa mau kembali ke kahyangan. Fakta yang menarik dari panah pancawisesa ini ternyata memiliki arti. Arti pertama adalah agar dapat mendengar suara-suara yang indah. Arti kedua adalah agar memiliki kemauan untuk makan. Arti ketiga adalah agar indera peraba tetap dimiliki sehingga mampu meraba dengan kehalusan. Arti keempat adalah terkait dengan indra penciuman agar mampu mencium keharuman. Dan arti yang kelima adalah terkait dengan indra penglihatan agar mampu melihat pemandangan di sekitar.

Kehidupan Kembali

Fakta berikut ini terkait dengan masa kehidupan yang berlangsung. Menurut kisah dari kitab Smaradahana, kehidupan dua orang yaitu, dewa Kama dan Dewi Ratih mampu dihidupkan kembali. Fakta ini masih berkaitan dengan fakta dari panah pancawisesa milik dewa Kama. Dewa Siwa mampu mematahkan hempasan panah pancawisesa dan mengakibatkan dewa Kama meregang nyawa. Dan kejadian tersebut membuat istri dewa Kama yaitu, Dewi Ratih tidak tinggal diam dan ikut meregang nyawa. Kedua pasangan tersebut pun tidak terselamatkan. Namun menurut fakta dari kisah kitab Smaradahana ini dewa-dewa memohonkan ampunan dewa Kama dan dewi ratih kepada dewa Siwa. Dan atas terkabulnya permohonan ampun maka terjadilah kehidupan kembali sosok dari dewa Kama dan dewi Sinta. Namun bukan dalam bentuk asli melainkan sosok yang masuk atau akan tergambarkan dalam pria maupun wanita.

Anak Dewa Siwa

Fakta berikut ini lebih seperti akibat perbuatan dari dewa Siwa. Seakan-akan apa yang telah dilakukan oleh dewa Siwa terhadap dewa Kama dan dewi Ratih mendapatkan balasan. Fakta yang terjadi adalah dewa Siwa memiliki seorang anak laki-laki yang tidak terlihat sempurna dari segi fisik. Anak dari dewa Siwa dan dewi uma memiliki tubuh manusia namun memiliki kepala hewan gajah lengkap dengan belalainya. Namun fakta yang terjadi adalah watak dari anak dewa Siwa berbanding terbalik dengan dewa Siwa. Ganesha nama anak dewa Siwa memiliki hati yang mulia. Fakta menarik yang tertulis dari kitab Smaradahana ini adlaah bahwa Ganesha mampu mengalahkan musuh seperti raksasa yang masuk ke kahyangan.
Apa yang tertulis di dalam kitab Smaradahana ini tentu memiliki pelajaran yang sangat berharga bagi kehidupan manusia. Kejadian yang benar-benar mengerikan namun juga mengharukan memiliki nilai moral yang dalam. Anda pun jika membaca kitab Smaradahana ini akan mampu memetik pelajaran mengenai watak seseorang yang baik dan juga kurang terpuji. Sehingga tidak heran kisah dari kitab Smaradahana juga begitu disanjung oleh beberapa ahli sejarah dan sastrawan.
Source Fakta Kitab Smaradahana Nafiun.com
Comments
Loading...