“Dzikir Saman” Kesenian Padeglang Perpaduan Jawa Aceh

0 217

Seni Saman disebut juga Dzikir Maulud, adalah kesenian tradisional rakyat Banten khususnya di Kabupaten Pandeglang yang menggunakan media gerak dan lagu dengan syair-syair yang dilantunkan mengagungkan Asma Allah dan puji-pujian kepada Nabi Muhammad Saw.

Sejarah Asal Muasal Dzikir Saman

Disebut Dzikir Saman karena berkaitan dengan arti Saman yaitu Delapan dan dicetuskan pertama kali oleh Syekh Saman dari Aceh. Tari Saman berasal dari Kesultanan Banten yang dibawa para ulama pada abad 18 sebagai upacara keagamaan untuk memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad Saw pada bulan Maulud, namun dalam perkembangan selanjutnya dapat pula dilakukan pada upacara selamatan khitanan, pernikahan, pindah rumah, nadzar, bahkan selamatan rumah. Seni Dzikir Saman yang berasal dari Banten, ditemukan di sejumlah tempat seperti di daerah Paciran Kabupaten Gresik, Kabupaten Blitar, dan DIY Yogyakarta dengan pemain usia lanjut.

Pertunjukan Dzikir Saman

Pemain seni Dzikir Saman berjumlah antara 26 sampai dengan 46 orang. 2 sampai 4 orang sebagai vokalis yang membacakan syair-syair Kitab Barjanjian (Barzanji), sementara 20 sampai 40 orang yang semuanya laki-laki mengimbangi lengkingan suara vokalis dengan saling bernyanyi bersahutan bersamaan (koor) sebagai alok. Pola permainan seni Dzikir Saman dilakukan sehari penuh dangan tiga babakan yakni, Babakan Dzikir, Babakan Asroqol, dan Babakan Saman.

Para Tokoh Penyebaran

Kesenian Dzikir Saman dibawa oleh para ulama dan Sultan Banten pada abad ke 18. Pada periode selanjutnya yakni di wilayah Jawa Pandeglang dikenal seorang tokoh yang diyakini sebagai penyebar kesenian ini yang bernama Ki Sarimi. Ia menyebarkannya di daerah Wonogiri berdekatan dengan Desa Ciandur. Keterampilan ini kemudian diwariskan kepada Ki Dasik, diwariskan lagi kepada Ki Nirman, Ki Jasman, Ki Sarka Apandi, dan Ki Surahman.

Kesenian Dzikir Saman penyebarannya merata di wilayah Provinsi Banten, kecuali Tangerang. Sampai kini di Banten memiliki 22 perkumpulan dengan jumlah para senimannya 330 orang. Perkumpulan Kesenian Dzikir Saman ini di antaranya dzikir Saman Baros yang dipimpin oleh D. Soemantri, Dzikir dan Saman Sari Panggugah yang terdapat di Kecamatan Bojong Pandeglang yang dipimpin oleh Salim, sedangkan Dzikir Saman Layung Sari terdapat di Kecamatan Lebak Pandeglang yang dipimpin oleh Sarka Apandi, dan Dzikir Saman Gagak Lumayung terdapat di Kecamatan Pagelaran Pandeglang yang dipimpin oleh Wayan.

Source "Dzikir Saman" Kesenian Padeglang Perpaduan Jawa Aceh "Dzikir Saman" Kesenian Padeglang Perpaduan Jawa Aceh "Dzikir Saman" Kesenian Padeglang Perpaduan Jawa Aceh
Comments
Loading...