Filosofi Permainan Tradisional Kontrakol/Boi-boinan

0 305

Kontrakol merupakan salah satu jenis permainan yang dimainkan secara berkelompok. Permainan ini memiliki sebuah sasaran yaitu berupa benda yang ada di tengah biasanya berupa kereweng (pecahan genteng) yang ditumpuk berjumlah 10 buah. Asal dari permainan ini kurang diketahui tapi di daerah Jawa dari Jawa Timur sampai Jawa Barat ada permainan semacam ini dengan nama berbeda. Untuk daerah Surakarta namannya kontrakol/ boi-boinan.

Walaupun hanya permainan,tetapi permainan kontrakol memiliki nilai moral. Kontrakol membina kerjasama, selain itu dapat mengembangkan panca indera manusia, dan melatih ketepatan. Tiap kelompok harus ada kerjasama. Kelompok pemain bekerjasama dalam hal menyusun kereweng. Sedangkan di kelompok penjaga, mereka harus saling bekerjasama dalam hal mencari sasaran dan menentukan target, biasanya kelompok pemain yang kurang gesit menjadi sasaran utama.

Permainan ini juga mengajarkan kepada pemain bahwa dunia ini tidak selamanya bersahabat. Banyak halangan dan tantangan yang akan menghambat kita. Jadi, kita harus berhati-hati dalam menjalani kehidupan. Kontrakol juga mengajarkan pemain untuk fokus pada tujuan. Untuk memenangkan permainan ini, tim pemain harus bisa menyusun kembali kereweng yang berantakan. Kereweng diibaratkan tujuan kita, dan untuk mencapai tujuan tersebut, banyak hal-hal terserak yang harus kita kumpulkan untuk mewujudkan tujuan tersebut. Selain itu, dalam mencapai tujuan kita, banyak bahaya yang mengintai yang membuat kita harus senantiasa berhati-hati.

Penasaran kan bagaimana cara memainkannya??? yang pasti tidak sesulit yang kita bayangkan, yaitu:

Membuat lapangan permainan/area permainan. Dibagi menjadi 2 kelompok atau 2 orang yang berlawanan. Dilanjutkan dengan hompimpah atau bisa juga dengan suit yang kekinian untuk menentukan kelompok yang bermain terlebih dahulu. Kelompok yang menang nantinya melempar batu agar mengenai sasaran yaitu kereweng yang ditumpuk. Sedangkan kelompok yang kalah berjaga di belakang atau di daerah kereweng.

Apabila batu yang dilempar itu mengenai sasaran dan kereweng tersebut jatuh, maka kelompok yang berhasil itu segera berlari menyebar. Sedangkan kelompok yang jaga mengejar untuk mengenai lawan dengan bola. Apabila dari semua anggota kelompok tidak ada yang dapat mengenai sasaran maka kedua kelompok tersebut bergantian posisi.

Kelompok yang menjatuhkan harus berusaha menyusun kembali kereweng yang jatuh. Apabila berhasil menyusun kereweng yang jatuh maka kelompok tersebut berkata “GAME” dan kelompok tersebut mendapat nilai.

Untuk kelompok yang jaga harus mengenai semua pemain dari kelompok lawan.Apabila sudah terkena semua pemain dari kelompok lawan, maka kelompok tersebut bergantian. Kelompok yang jaga jadi kelompok pelempar begitu sebaliknya. Permainan dimulai lagi dari awal.

Permainan dimenangkan kelompok yang paling banyak mampu menyusun kereweng yang jatuh. Permainan berhenti ketika pemain sudah merasa capek.

 

 

Source http://www.anakbawangsolo.org http://www.anakbawangsolo.org/2015/12/kontrakol-boi-boinan.html
Comments
Loading...