Dipuade Betawi

0 224

Dipuade Betawi

Tradisi atau adat dipuade yaitu di mulai setelah pengantin pria duduk berdampingan, tukang rias membuka kerudung pengantin putri (Pada masa lampau, di saat inilah untuk pertama kali melihat istrinya). Selanjutnya, pengantin pria menyerahkan sirih dare yang berada di antara kedua telapak tangannya. Sambil tetap duduk di pelaminan, pria menyerahkan putri memberikan sembah sebagai penghormatan terhadap pemberian dan pernyataan cinta kasih suaminya itu.

Tukang rias mengambil sirih dare dari pangkuan pengantin putri, lalu membimbingnya berdiri berhadapan dengan pengantin pria. Sesudah itu pengantin putri akan melakukan sembah cium tangan sebagai pernyataan bakti dan kesetiaannya. Pengantin pria akan menyibak siangko yang dikenakan pengantin putri supaya dilihat pertama kali wajah pengantin putri.

Masing-masing bersuara lembut dan mesra untuk mengayuh bahtera kehidupan masa datang. Setelah itu, kedua pengantin akan sembah sujud dan mencium tangan kedua orang tua atau mertua masing – masing. Tujuannya ialah minta doa restu.

Setelah upacara pemberian seserahan dan akad nikah, mempelai pria membuka cadar yang menutupi wajah mempelai wanita untuk memastikan apakah benar mempelai tersebut adalah wanita pilihannya. Kemudian mempelai cewek mencium tangan mempelai pria. Selanjutnya, keduanya diperbolehkan duduk bersanding di puade (pelaminan). Kemudian mempelai pria memberikan sirih dare kepada mempelai wanita sebagai lambang cinta kasih.

Biasanya di dalam sirih diselipkan uang sebagai uang sembah. Pada saat inilah dimulai rangkaian acara yang dikenal dengan acara kebesaran. Adapun upacara tersebut biasanya di suguhi dengan tarian kembang Jakarta untuk menghibur kedua mempelai, lalu disusul dengan pembacaan doa yang berisi wejangan untuk kedua mempelai dan keluarga kedua belah pihak yang tengah berbahagia.

Source Dipuade Betawi kembang kelape
Comments
Loading...