Dhandhanggula, Bagian V Serat Panitisastra

0 14

Dhandhanggula, Bagian V Serat Panitisastra

Dhandhanggula
(1) Sampun sampat neg manusya sami, barang katon sanepa sadaya, saniskara surahsane, sayogyanya sang wiku, awan esah denya mabeki, den kukuh tapabrata, nira supayantuk, pakoleh mulyaken praja, lamun tuhu pangestuning para resi, praja anut raharja.
(3)marang wadyatantranta sakyehing, miwah sekul ulam den aumrah, palane kedhep niitine, saparentahe tinut, ajrihira pan ajrih asih, kukuh prajane karta, tekeng tepis dhusun, kawengan dana sang nata, lau mungguh ing wanudya yen alaki, olehe anak lanang. (cuplikan tembang dhandhanggula bait 1 dan 3)
Artinya :
(1) sudah tersedia untuk semua manusia, semua yang terlihat hanyalah sebuah perumpamaan, semua artinya, bagaimana seharusnya sang pendeta pertapa, jangan mengeluh jika ingin berbakti, bertapa bratalah dengan kukuh, supaya mendapat apa yang kamu inginkan, mendapatkan kemulyaan dari rakyat, dan mendapatkan restu dari para resi yang sebenarnya, rakyat ikut raharja.
(3)kepada para tentaranya, dengan nasi ikan yang lumrah,(palane kedhep nitine) semua perintahnya dipatuhi, takutmu tetapi takut karena sayang, ketentraman rakyatnya kukuh, datang di perbatasan desa, berkalungkan pemberian dari sang Ratu, terutama untuk wanita jika bersuami, mendapat anak yanh berjenis kelamin laki-laki.
Isi Teks:
(1)dari ulasan di atas,mengandung maksud jika kita layaknya pertapa,maka bertapalah secara sungguh-sungguh agar mendapatkan apa yang kita ingikan,serta mendapatkan rest dari resi.
(3)nasehat untuk para wanita yang jika ingin bersuami itu harus dengan laki-laki.
Source https://budaya-indonesia.org https://budaya-indonesia.org/Dhandhanggula-Bagian-V-Serat-Panitisastra/
Comments
Loading...