Deskripsi Tari Wireng Kakung

0 761

Deskripsi Tari  Wireng Kakung

Tujuan diciptakannya tarian  Wireng Kakung  ini untuk menyemangati 4 prajurit perang yang saat itu  sedang berlatih. Hal ini terlihat dengan gerakan-gerakan para penari yang gagah perkasa sedang membawa tombak dan tameng. Karena tarian ini memang mengandung tema perang. Dengan berkembangnya zaman, tarian ini terbagi menjadi 6 jenis yaitu Panji Sepuh, Panju Anem, Dhadap Kanoman, Jemparing Ageng, Lhawung Ageng dan Dhadhap Kreta.

Biasanya tarian ini ditarikan oleh laki-laki dan menggunakan kostum bak seorang prajurit. Tari Wireng Kakung adalah pertunjukan seni tari yang berasal dari Kasunanan Surakarta. Tari ini dibawakan oleh 2 orang penari yang berpasang dan semuanya merupakan laki-laki. Tari ini hanya menggambarkan olah keprajuritan dan tidak memiliki cerita tertentu. Beksan Wireng : berasal dari kata Wira dan ‘Aeng’ yaitu prajurit yang unggul, yang ‘aeng’, yang ‘linuwih’.

Jadi dapat disimpulkan makna ‘Wira’ adalah prajurit yang unggul dan linuwih. Tari ini memiliki tujuan agar para pangeran kerajaan tangkas dalam olah keprajuritan dengan senjata atau alat perang. Penari menggunakan busana dan gerakan yang sama atau kembar. Tarian ini tidak memiliki dialog atau ontowacono serta tanpa menggambarkan suatu cerita tertentu. Tarian ini hanya menggambarkan olah keprajuritan dan perang tanding namun tidak ada yang kalah atau menang.

Tari ini tidak menggunakan gendung sampak, hanya iramanya kendho, gendung satu yang artinya gendhing ladrang kemudian diteruskan gendhing ketawang. Tari ini diciptakan pada zaman pemerintahan Prabu Amiluhur dengan tujuan agar para putra beliau tangkas dalam olah keprajuritan dengan menggunakan alat senjata perang. Sehingga tari ini menggambarkan ketangkasan dalam latihan perang dengan menggunakan alat perang.

Ciri-ciri tarian ini :
— Ditarikan oleh dua orang putra
— Tidak mengambil suatu cerita
— Tidak menggunakan ontowacono
— Perangnya tanding, artinya tidak menggunakan gending sampak, hanya iramanya kendho
— Gending satu, artinya gendhing ladrang kemudian diteruskan gendhing ketawang
— Tidak ada yang kalah.

Source Deskripsi Tari Wireng Kakung visit central java
Comments
Loading...