Dampu Bulan, Permainan Tradisional Betawi

0 370

Dampu Bulan, Permainan Tradisional Betawi

Permainan tradisional ini dahulu sangat terkenal sekali di daerahnya. Saya bukanlah asli orang Betawi namun sejak lahir sudah tinggal di Jakarta dan mengenyam pendidikan di Kota Jakarta. Tak ayal jika sedari dulu saya sudah paham tentang beberapa budaya Betawi. Mungkin untuk sebagian orang pernah belajar Pendidikan Lingkungan Budaya Jakarta (PLBJ) saat SD dan saya masih sangat ingat tentang satu materi pernah dijelaskan oleh guru SD saya yang tidak hanya saya pelajari melainkan saya implementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Permainan Dampu Bulan atau memiliki nama lain Taplak Meja merupakan permainan yang dapat menyehatkan badan. Permainan ini bersifat unisex â€‹atau dapat dimainkan oleh laki-laki maupun perempuan. Jumlah pemainnya pun fleksibel yang penting lebih dari 1 orang.

Pertama yang harus dilakukan adalah dengan menggambarkan kotak-kotak di lahan datar yang bernomorkan 1-8 dan berakhiran nomor 9 yang membentuk setengah lingkaran (seperti bulan) menggunakan kapur tulis atau batu kapur. Selain itu, alat yang diperlukan dalam permainan ini adalah pecahan genting atau lantai (keramik).

Cara bermainnya adalah sebagai berikut :

1. Lemparkan pecahan genting yang kita punya dari jarak yang telah ditentukan dari luar kotak kuranglebih sejauh 50 cm dari kotak pertama. Kita harus melemparnya urut dengan nomor yang telah digambar tadi. Jika kita melemparnya ke kotak pertama yaitu nomor 1, pecahan genting itu harus tepat di dalam kotak, tidak boleh mengenai garis pinggir ataupun keluar dari kotak.

2. Setelah itu, barulah kita menjalankan giliran main kita dengan cara melompat satu kaki (kaki lainnya ditekuk ke belakang) langsung ke kotak nomor 2 sampai nomor 7-8 (karena bersebelahan) lalu ke arah sebaliknya sampai kita di nomor 2 lagi dan mengambil pecahan genting kita baru boleh menginjakkan kaki di kotak nomor 1 tadi.

3. Lakukan hal tersebut secara kontinu sampai nomor 9. Selama kita menjalankan giliran main kita tidak diperkenankan untuk menginjak garis tepi atau melewati nomor (kecuali tempat pecahan genting kita).

4. Jika di tengah-tengah permainan saat kita hendak melempar pecahan genting tidak sampai di kotak yang bernomor seharusnya kita tempati (keluar kotak/kena garis/masuk ke kotak yang salah) maka, itulah saat bagi lawan kita untuk menjalankan gilirannya dan taruhlah pecahan genting kita di kotak sebelumnya.

Source https://budaya-indonesia.org/Dampu-Bulan/ https://budaya-indonesia.org/Dampu-Bulan/
Comments
Loading...