Damarwulan Winisuda, Yayasan Siswo Among Bekso

0 164

Damarwulan Winisuda yang merupakan sebuah lakon Langendriyan yang diangkat oleh Yayasan Siswo Among Bekso yang merupakan gabungan 3 naskah Langendriyannya Pujaningrat yaitu Menak JIngga Lena, Damarwulan Palakrama dan Damarwulan Winisuda.

Dalam cerita ini Menak Jingga menginginkan Ratu Ayu untuk menjadi istrinya sesuai dengan janji yang diberikan Menak Jingga, namun janji tersebut diingkari karena kelakuan Menak Jingga yang kurang berkenan di hati Ratu Ayu, yang kemudian mengutus Damarwulan untuk membunuh Menak Jingga.

Akhirnya Menak Jingga dapat dibunuh Damarwulan, namun sebelum sampai di Majapahit, Damarwulan dibegal oleh Seta Kumitir dan dirampas kepala Menak Jingga dan di bawa ke Majapahit.

Hal ini pada ahkirnya menyebabkan Damarwulan dan Seta Kumitir diadu kesaktiannya, dan Seta Kumitir pada akhirnya dapat dikalahkan oleh Damarwulan dan menikah dengan Ratu Ayu. Dikisahkan juga Klana Sari bala pati ke Majapahit dan menantang Damarwulan.

Tapi pada akhirnya Klana Sari beserta wadya balanya dapat dikalahkan oleh wadya bala Majapahit dan saat itu juga Damarwulan di nobatkan menajdi Raja Majapahit dengan gelar Prabu Brawijaya.

Tarian ini ditarikan dalam acara Langendriyan di Ndalem Mangkubumen. Universitas Widya Mataram oleh  Yayasan Siswo Among Bekso sebagai penampil kedua, pada hari Rabu, tanggal 5 Desember 2018 mulai pukul 19.30 wib.

Pagelaran Langendriyan gaya Yogyakarta ini, diadakan oleh Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta selama tiga hari dari tanggal 5 -7 Desember 2018 yang diikuti oleh 6 Sanggar besar yang ada di DIY yaitu Pusat Olah Seni dan Bahasa Retno Aji Mataram, Yayasan Siswa Among Beksa, Perkumpulan Tari Kridha Beksa Wirama, Yayasan Pamulangan Beksa Sasmita Mardawa, Paguyuban Kesenian Suryo Kencono dan Irama Tjitra.

Yayasan Siswo Among Bekso berdiri pada tanggal 13 Mei 1952 atas prakrasa oleh yaitu GBPH Yudanegara atau lebi dikenal dengan nama BRM Hening. Ini merupakan sebuah Yayasan yang mempunyai peran penting dalam pengembangan tari klasik gaya Yogayakarta. Berhome base di Jl. Kadipaten Kidul no.44 Yogyakarta 55132.

Langendriyan gaya Yogyakarta diciptakan oleh KGPA Mangkubumi, puta Sri Sultan HB VI yang ide ceritanya biasanya diambilkan dari serat Damarwulan yang mana penarinya merupakan putra dan putri.

Ciri khas dari Langendriyan gaya Yogyakarta dalam hal gaya penampilannya biasanya disebut dengan Joged Jengkeng, dimana posisi pemainnya dalam membawakan perannya dengan berjongkok berlutut, dalam bahasa Jawa disebut Jengkeng dengan ragam gerak tari klasik gaya Yogyakarta.

Dalam tarian ini juga menggunakan dialog tembang antar tokoh dalam cerita ini, dialog tersebut mengunakan tembang Macopot yang dibawakan secara perorangan maupun secara bergantian.Busana yang dikenakan pada Langendriyan Damarwulan Ratu ini juga mengalami perkembangan jaman, artinya tidak seperti pada busana wayang wong pada umumnya, artinya sudah di garap yang disesuaikan dengan karakter pemain yang ditampilkan.

Sebuah pegelaran seni budaya yang selalu dikembangkan dan dilestarikan secara nyata oleh Dinas Kebudayaan DIY, sebagai bagian dari daya tarik  Pariwsata yang dapat menarik wisatawan asing maupun lokal untuk datang ke Indoensia khususnya DIY.

Source https://myimage.id https://myimage.id/damarwulan-winisuda/
Comments
Loading...