‘Cingcowong’ Budaya Meminta Hujan Kuningan

0 104

‘Cingcowong’ Budaya Meminta Hujan

Cingcowong merupakan tradisi asli masyarakat Desa Luragung Landeuh. Tradisi ini merupakan upacara sebagai bentuk permohonan masyarakat agar diturunkan hujan. RItual ini dipimpin oleh seorang punduh perempuan yang menggunakan boneka berbentuk perempuan sebagai media perantara untuk komunikasi. Upacara ini baru dilaksanakan ketika di daerah mereka tidak turun hujan dalam waktu yang lama.

Ritual Cincongwong melibatkan beberapa orang, yaitu Punduh  sebagai pemimpin ritual, para pembantu punduh (2 orang perempuan membantu pelaksanaan, dan 2 orang lain memainkan alat musik), penanggap cingcowong (orang yang meminta dilaksanakan cingcowong), dan penonton.

Sebelum ritual, dilakukan persiapan terlebih dahulu. Persiapan yang dilakukan adalah persiapan punduh, persiapan boneka cingcowong, persiapan sesaji,  dan menyiapkan para pembantu punduh.

satu hari sebelum pelaksanaan, boneka cingcowong dikeluarkan dari goah, kemudian dibawa ke comberan juga meletakann sesaji sebagai syarat untuk mendatangkan ‘penunggu’ boneka. Boneka diletakkan satu hari sebelum acara, biasanya saat masuk waktu ashar.

Perlatan yang digunakan antara lain :

  • Taraje
  • Samak
  • Cermin
  • Sisir
  • Bunga Kamboja
  • Boneka Cingcowong
  • Sesaji
  • air mentah

Boneka Cingcowong merupakan boneka yang terbuat dari batok kelapa yang kemudian dihiaskan/dirupakan sebagai perempuan cantik yang bertubuhkan bambu yang juga dihiasi oleh baju dan ornamen lainnya, boneka ini dihias sebaik mungkin karena dianggap akan menjadi sarana makhluk halus untuk berdiam selama prosesi upacara, dalam prosesi upacara ini boneka akan bergerak kesana kemari secara sendiri dan diharapkan pada akhir dari rangkaian acara tersebut bisa turun hujan yang akan datang beberapa waktu kemudian.

Source https://budaya-indonesia.org https://budaya-indonesia.org/Cingcowong-Budaya-Meminta-Hujan/
Comments
Loading...