Cigawiran, Seni Vokal Garut

0 101

Cigawiran merupakan seni vokal yang mempunyai kekhususan dan berbeda dengan lagam-lagam Tembang Sunda lainnya, yaitu dengan khusus menggunakan lagam ala Cigawir. Selain lagamnya yang khas, ternyata kesenian ini juga berkembang di lingkungan pesantren dan dijadikan sebagai media untuk berdakwah.

Lahirnya Seni Cigawiran

Cigawiran berkembang didaerah Kampung Serang Desa Cigawir Kecamatan Selawi. Tembang sunda Cigawiran sudah berkembang sekitar tahun 1823 dengan tokohnya Rd. H. Jalari, lalu kemudian oleh Rd. H. Abdullah Usman, lalu Rd. Mohamad Isya dan kini memasuki period ke empat oleh Rd. Agus Gaos, Rd. Muhammad Amin dan Rd. Iyet Dimyati. Bermula dari kebiasaan Rd. H. Jalari yang senang mesantren hingga ke Jawa Timur. Beliau memiliki kebiasaan mengarang suatu guguritan atau nyanyian dengan mengikuti aturan pupuh. Tema dari nyanyian tersebut ialah mengajak untuk melaksanakan syariat Islam secara sempurna dan tidak memaksa, lalu tema menuturkan keindahan alam. Setelah pulang dari perjalanan, Rd. H Jalari mendirikan pesantren di tempat kelahirannya Cigawir. Dan tentu saja di pesantren itu diajarkan pula guguritan khas beliau sebagai media berdakwah hingga sekarang.

Jika jenis tembang sunda yang lainnya diiringi instrumen musik, jenis tembang sunda yang satu ini tidak diiringi instrument musik, walaupun masih menggunakan laras pelog, salendro, madenda, dan mataraman yang terdapat dalam karawitan Sunda. Karena lahirnya di lingkungan pesantren, kesenian ini sangat dipengaruhi oleh sosok ulama dan cenderung kukuh pada nilai agama dan tradisi yang kuat.

Source Cigawiran, Seni Vokal Garut Nuansa Dakwah Cigawiran, Seni Vokal Garut Nuansa Dakwah Cigawiran, Seni Vokal Garut Nuansa Dakwah

Leave A Reply

Your email address will not be published.