budayajawa.id
Browsing Category

Sastra Jawa

Serat Sabdajati

Serat Sabdajati Aywa pegat ngudia ronging budyayu, margane suka basuki, dimen luwar kang kinayun, kalis ing panggawe sisip, ingkang taberi prihatos. Janganlah berhenti mencari pusat dari tekad selamat, (itulah) jalan (menuju)…

Serat Agutara Nikaya

Anguttara Nikaya (dalam bahasa pali: Aṅguttara Nikāya), merupakan buku keempat dari Sutta Pitaka yang terdiri dari sebelas kelompok, merupakan salah satu dari "Tiga Keranjang" yang terdapat pada Tipitaka (Buddhisme Theravada). Anggutaya…

Kidung Jatimulya

Kidung ini dianggap sakral dan merupakan “lagu wajib” yang harus dilagukan di awal ritual. Tahap ini seperti halnya adegan jejeran dalam wayang kulit yakni dalam bentuk metrum macapat Dhandhanggula. Pembawaan lagu selalu khidmat dan tidak…

Serat Tripama

Serat Tripama merupakan karya sastra berbentuk tembang Dhandanggula yang berjumlah tujuh bait. Serat Tripama muncul pada zaman Mangkunegaran, diciptakan oleh Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Mangkunegara IV (KGPAA Mangkunegara IV) di…

Serat Sastra Gending

Naskah Serat Sastra Gendhing karya Sultan Agung merupakan salah satu naskah Jawa yang berisi ajaran panduan moral agar manusia mengenal sang pencipta dan mengerjakan perbuatan yang bermanfaat terhadap sesama umat manusia yang didasari…

Serat Sasmita Rasa

Serat Sasmita Rasa adalah serat yang ditulis oleh Ngesthi Gati Slira Ngudi di Surakarta pada 1858. Kemudian diterbitkan ulang pada 1927 di Solo oleh penerbit Belanda. Di sampul Serat Sasmita Rasa tertulis tentang Tegesipun : Pralambanging…

Serat Suluk Waleh

Suluk secara harfiah berarti menempuh (jalan). Dalam kaitannya dengan agama Islam dan sufisme, kata suluk berarti menempuh jalan (spiritual) untuk menuju Allah. Menempuh jalan suluk (bersuluk) mencakup sebuah disiplin seumur hidup dalam…