Cara Mencari Hari Pasaran Jawa Dalam Kalender Masehi

0 4.480

Cara Mencari Hari Pasaran Jawa Dalam Kalender Masehi

Mencari hari pasaran Jawa dalam kalender Masehi sebenarnya metodenya tidak jauh berbeda dengan mencari hari mingguan biasa. Perbedaan signifikannya adalah 1 minggu = 7 hari sedangkan dalam pasaran Jawa, 1 siklus pasaran (pancawara) = 5 hari pasaran. Kelima hari pasaran Jawa itu adalah Pahing, Pon, Wage, Kliwon dan Legi.

Kita mengetahui bahwa dalam 1 tahun biasa terdapat 365 hari dan dalam 1 tahun kabisat terdapat 366 hari. Untuk itu 365 kita bagi dengan 5 (sesuai dengan banyaknya hari pasaran Jawa) yaitu 73 pancawara. Jadi dalam 1 tahun biasa terdapat tepat 73 pancawara.

Namun dalam 1 tahun kabisat terdapat 73 pancawara ditambah 1 hari pasaran menyendiri, atau dengan kata lain 366 hari dibagi 5 = 73 ditambah 1. Jumlah hari pasaran menyendiri ini sangat penting karena inilah kunci kita mengetahui hari pasaran Jawanya.

100 tahun terdiri dari 76 tahun biasa dan 24 tahun kabisat.

Jadi jumlah hari pasaran menyendirinya adalah: 76 X 0 + 24 X 1 = 24 hari pasaran menyendiri. Nah, karena hari pasaran menyendiri tidak boleh lebih dari 4 maka angka 24 kita bagi dengan 5 hasilnya adalah 5 pancawara ditambah 4 hari pasaran menyendiri. Jadi dalam 100 tahun ada 4 hari pasaran menyendiri.

Angka 76 X 0 + 24 X 1 itu dari mana? Karena sudah dijelaskan di alinea sebelumnya bahwa dalam tahun biasa terdapat tepat 73 pancawara, jadi hari pasaran menyendirinya = 0. Jadi kalau terdapat 76 tahun biasa maka hari pasaran menyendirinya adalah 76 X 0 = 0.

Begitu pula dengan yang 24 tahun kabisat, karena dalam tahun kabisat terdapat 1 hari pasaran menyendiri maka pada 24 tahun, terdapat hari pasaran menyendiri sebanyak 24 X 1 = 24. Mudah bukan?

Sekarang berapa banyaknya hari pasaran menyendirinya dalam 200 tahun? Mudah saja, Dalam 100 tahun terdapat 4 hari pasaran menyendiri, maka dalam 200 tahun terdapat 2 X 4 = 8 hari pasaran menyendiri. 8 hari pasaran menyendiri dibagi 5. Maka sisanya adalah 3 hari pasaran menyendiri. Jadi dalam 200 tahun terdapat 3 hari pasaran menyendiri.

Sekarang berapa banyaknya hari pasaran menyendirinya dalam 300 tahun? Gampang, Dalam 100 tahun terdapat 4 hari pasaran menyendiri. Maka dalam 300 tahun terdapat 3 X 4 = 12 hari pasaran menyendiri. 12 hari pasaran menyendiri dibagi 5 maka sisanya adalah 2 hari pasaran menyendiri. Jadi dalam 300 tahun terdapat 2 hari pasaran menyendiri.

Dan sekarang berapa hari pasaran menyendirinya dalam 400 tahun? Hal ini yang harus hati-hati. Kita mengetahui bahwa pada kalender modern yang kita gunakan sekarang tahun seperti 100, 200, 300, 700, 900, 1900, 2100 dan angka-angka tahun abad yang tidak habis dibagi 400 bukanlah tahun kabisat. Sementara tahun 400, 800, 1200, 1600, 2000 dan seterusnya yang habis dibagi 400 adalah tahun kabisat. Sekarang berapakah banyaknya hari pasaran menyendirinya dalam 400 tahun? Ternyata nggak sulit juga:

Dalam 100 tahun terdapat 4 hari pasaran menyendiri. Maka dalam 400 tahun terdapat 4 X 4 = 16 hari pasaran menyendiri. Karena tidak seperti tahun 100, 200 ataupun 300 yang bukan tahun kabisat, tahun 400 merupakan tahun kabisat.

Jadinya hari pasaran menyendirinya ditambah satu menjadi 17 hari pasaran menyendiri. 17 hari pasaran menyendiri ini dibagi 5 maka sisanya adalah 2 hari menyendiri. Jadi dalam 400 tahun terdapat 2 hari pasaran menyendiri.

Begitu pula dalam 800 tahun, 1200 tahun dan 1600 tahun juga terdapat 2 hari menyendiri. Namun untuk 2000 tahun digunakan 1600 tahun + 400 tahun atau dengan kata lain jumlah hari pasaran menyendirinya adalah 2 + 2 = 4 hari pasaran menyendiri.

Baiklah, mari langsung kita praktekkan. Contohnya: 17 Agustus 1945, jatuh pada hari pasaran apa??

Pertama kali yang kita lakukan adalah mencari berapa hari pasaran menyendirinya dari awal tahun masehi hingga akhir tahun 1900. 1900 tahun = 1600 tahun + 300 tahun. 1600 tahun, hari pasaran menyendirinya adalah 2 sedangkan 300 tahun hari menyendirinya juga 2, jadi tinggal kita jumlahkan saja yaitu 2 + 2 = 4 hari menyendiri.

Langkah kedua adalah mencari jumlah hari pasaran menyendiri dari tahun 1900 hingga 1944 (44 tahun). 44 tahun terdiri dari 11 tahun kabisat dan 33 tahun biasa. (Ingat: 1 tahun biasa mempunyai 0 hari pasaran menyendiri sedangkan 1 tahun kabisat mempunyai 1 hari pasaran menyendiri). Jadi 44 tahun mempunyai 11 X 1 + 33 X 0 = 11 hari pasaran menyendiri. 11 hari pasaran menyendiri sama dengan 1 hari pasaran menyendiri. (11 bagi 5 sisanya 1).

Langkah ketiga adalah mencari jumlah hari pasaran menyendiri dari 1 Januari 1945 hingga 17 Agustus 1945. Dari tanggal 1 Januari hingga 17 Agustus terdapat 229 hari. Jadi hari pasaran menyendirinya ada 4. (229 dibagi 5 sisanya 4).

Langkah terakhir, jumlahkan seluruh hari pasaran menyendiri yang sudah dihitung sebelumnya (yang berwarna merah) yaitu 4 + 1 + 4 = 9 hari pasaran menyendiri. 9 hari pasaran menyendiri = 4 hari pasaran menyendiri.

Mari kita lihat tabel referensi berikut ini:

Jumlah Hari Pasaran Menyendiri Hari Pasarannya
0 hari Pahing
1 hari Pon
2 hari Wage
3 hari Kliwon
4 hari Legi

Karena 17 Agustus 1945 mempunyai total 4 hari pasaran menyendiri seperti yang kita telah hitung di atas, maka menurut tabel referensi 17 Agustus 1945 jatuh pada hari pasaran Legi.

Source https://sabdadewi.wordpress.com/ https://sabdadewi.wordpress.com/2014/07/20/cara-menghitung-kalender-masehi-dan-jawa/
Comments
Loading...