Cara Memainkan Kesenian Raja Dogar (Domba Garut), Kesenian Dari Jawa Barat

0 104

Cara Memainkan Kesenian Raja Dogar (Domba Garut), Kesenian Dari Jawa Barat

Raja Dogar dapat diartikan Rajanya Domba Garut, karena di dalam pertunjukannya di dominasi oleh kemunculan hewan ternak khas bagi masyarakat Garut, yakni Domba Garut yang divisualisasikan dalam bentuk atau model kostum yang menyerupai seperti Domba adu Garut.

Bentuk permainan Raja Dogar adalah reflika Laga Domba (Adu Domba) atau sekarang namanya menjadi Ketangkasan Domba Garut, baik cara dan ketentuan ketangkasan Domba tersebut diaplikasikan dengan penampilan layaknya Seni Barongsai yaitu dimainkan oleh dua orang pemain Domba, satu orang sebagai kepala dan satu orang lainnya sebagai badan dan ekor.

Jumlah pemain Raja Dogar cukup Fleksibel, bisa dengan personil 40 orang, 30 orang ataupun 20 orang, bahkan sampai 12 orang disesaukan dengan kondisi lapangan.

Jalanya Permainan Seni Raja Dogar dimulai dengan :
  1. Penampilan pembawa bendera (Bandir) yang dibawakan oleh 6 sampai 8 orang penari putra
  2. Selanjutnya masuk para penari (Pesilat Putri) yang membawakan beberapa    jurus yang dilanjutkan dengan ijen dua orang petarung
  3. Kemudian masuk 2 ekor Domba, yang berjalan mengitari lapangan (arena       pertandingan) kalau dilaksanakan di luar ruangan. Yang selanjutnya diikuti    oleh para bobotoh atau pengurus domba-domba dimaksud.
  4. Setelah mengitari arena, selanjutnya para bobotoh mengurus masing-masingDomba jagoannya. Para Bobotoh pun saling sindir dan saling ejek merendahkan  kemampuan lawan, dan selanjutnya para bobotoh memamerkan jurus-jurus   andalan mereka dengan diiringi tepak dua. Bahkan dalam gerakan-gerakan Silat   para Bobotoh dibuat sebagai bahan lawakan untuk menyemarakan suasa sebelum pelaksanaan Raja Dogar Domba dilaksanakan.

Akhirnya Seni Raja Dogar pun mulai diperlihatkan, dimulai dengan :

  • Jetrakan pertama, kedua Domba mencoba mengukur kekuatan lawan
  • Jetrakan kedua, masing masing Domba merasakan kekuatan lawan
  • Jetrakan ketiga, saling adu gesek tanduk
  • Jetrakan keempat, Kedua Domba saling mengelak sehingga menyeruduk ke penonton, hingga akhirnya para penonton berhamburan menghidar Domba yang kebablasan.
  • Jetrakan kelima, Domba berwarna putih kalah terlebih dahulu
  • Jetrakan keenam, Domba warna putih masih memaksakan untuk bertanding, namun kehabisan tenaga dan akhirnya Domba putih ambruk, sehingga para bobotoh sibuk mengurus Domba Putih tersebut agar bisa bertanding kembali.
  • Jetrakan ketujuh, Doma Putih kembali bisa bangkit dan meneruskan pertandingan, dan pada akhirnya Domba Putih pun dapat memenangkan pertandingan dimaksud.
  • Terakhir Kedua Domba secara bersamaan memberi hormat kepada para penonton sebagai akhir dari jalanya Pagelaran Seni Raja Dogar.
Source https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/ https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpnbjabar/2015/05/29/kesenian-tradisional-kabupaten-garut/
Comments
Loading...