Cara Bermain Pletokan, Permainan dari Betawi

0 31

Cara bermain pletokan cukup mudah. Masukkan peluru yang tersedia (kertas, biji jambu, dedaunan) ke dalam lubang bambu pertama selaku bedil larasnya. Peluru yang dimasukkan terdiri atas dua peluru. Peluru pertama dimasukkan dan didorong ke ujung bedil laras, kemudian peluru kedua dimasukkan sekaligus ditolak atau disodok agak kuat dengan batang bambu penolak seolah ingin menembak agar peluru pertama tadi dapat keluar dengan tekanan yang cepat dan kuat.
Pertanyaannya, mengapa peluru yang dimasukkan ke dalam bambu harus dua? Karena fungsi dari peluru kedua adalah sebagai klep pompa untuk menembakkan peluru yang pertama, juga sebagai peluru yang selanjutnya akan ditembakkan. Tanpa memasukkan kedua peluru sekaligus maka tekanan penembakan peluru tidak akan kuat dan jauh.

Coba perdengarkan suara yang keluar dari bedil larasnya ketika peluru pertama ditembakkan, pasti suara yang muncul akan berbunyi “pletok”. Jika pembuatan alat ini sudah berhasil, permainan pletokan pun bisa dimulai. Bila dilakukan berkelompok sebagaimana peperangan maka kita harus menghindari tembakan peluru lawan, dan berusaha menyerang lawan dengan tembakan peluru dari alat pletokan ini.

Jangan salah, walaupun terbuat dari batang bambu, tembakan pelurunya bila terkena kulit juga terasa agak sakit, hal ini khususnya bila peluru yang digunakan berupa biji jambu. Tapi jika peluru berupa kertas dan dedaunan, tentunya tidak begitu terasa. Yang jelas, tidak perlu khawatir saat bermain permainan tradisional pletokan ini, karena permainan ini tidak berbahaya dan aman dimainkan anak-anak.

Dewasa ini bentuk alat pletokan tidak lagi monoton yaitu hanya sebatas bambu lurus memanjang saja, sekarang bentuk alat pletokan telah didesain semakin rumit, namun kerumitan bentuk itu justru membuatnya terlihat cantik, indah dan semakin nyata bentuknya dalam menyerupai bentuk pistol. Hebatnya lagi, desain yang baru ini masih tetap memakai bambu sebagai bahan dasarnya, begitupun untuk peluru yang digunakan.

Source http://www.permainan-tradisional.com/2014/12/permainan-tradisional-pletokan.html http://www.permainan-tradisional.com

Leave A Reply

Your email address will not be published.