Cambuk Badan Tiban di Tulungagung

0 36

Cambuk Badan Tiban di Tulungagung

Tiban merupakan salah satu budaya tradisional Desa Wajak, Boyolali, Tulungagung, yang merupakan suatu permainan adu kekuatan daya tahan tubuh dengan menggunakan cambuk sebagai senjatanya. Istilah tiban muncul pada jaman pemerintahan Tumenggung Surotani II. Awalnya, kegiatan ini dilakukan untuk mencari bibit prajurit tangguh dan gagah perkasa. Sampai sekarang kesenian tiban masih dilestarikan di daerah wajak dan sekitarnya.

Hanya saja, ritual cambuk badan tiban yang masih dilaksanakan saat ini, telah bergeser dari tujuan awal. Jika semula tujuannya untuk mencari bibit prajurit, saat ini adu cambuk tiban dilaksanakan dengan maksud untuk meminta hujan. Ritual tiban digelar pada musim kemarau. Tak heran, demi hujan segala upaya dilakukan, baik oleh kalangan intelektual atau kaum supranaturalis dan masyarakat awam. Kerinduan masyarakat dengan adanya hujan, dibeli dengan darah yang kerap terjadi pada ritual tiban.

Melalui peristiwa sakral yang penuh persabungan kanuragan dan adu kesaktian itu, masyarakat setempat berusaha mendatangkan hujan. Tradisi ini tidak hanya marak di Desa Wajak, Boyolali tapi juga berkembang sampai pelosok daerah di Kabupaten Blitar, Trenggalek, Kediri dan Ponorogo. Dalam sejarah lain disebutkan, sebelum digelar tiban, acara dibuka dengan “ngendus kucing”. Dalam upacara ini, kucing disiram dengan air kembang spiritual yang telah dijampe-jampe.

Source https://ekanopiyani.wordpress.com/ https://ekanopiyani.wordpress.com/2013/01/02/ritual-unik-memanggil-hujan/#more-178
Comments
Loading...