Busana Pengantin Solo Putri

0 393

Busana Pengantin Solo Putri

Busana pengantin tradisional tak kalah menawan dengan busana-busana pengantin gaya modern. Salah satunya adalah busana pengantin Jawa gaya Solo atau Surakarta. Tidak hanya indah, busana pengantin gaya Surakarta ini juga memiliki nilai filososi tinggi. Busana pengatin gaya Solo ini memang terinspirasi oleh busana raja dan bangsawan Keraton Kasunanan Surakarta serta Istana Mangkunegaran. Kesan sederhana, anggun, tapi agung menjadi ciri khas dari busana pengantin gaya Surakarta ini.

 

Pada busana pengantin Solo Putri, busana pengantin wanita berupa kebaya dan kain batik. mempelai putri menggunakan kebaya dari beludru warna hitam, hijau, biru, merah, ungu atau coklat. Bahan beludru menambah kesan glamor dan elegan bagi sang pengantin. Kebaya yang digunakan adalah kebaya panjang hingga lutut, dan pada bagian depan memakai Kutu Baru dengan bros renteng atau susun tiga.

Sementara untuk bawahan adalah kain batik dengan motif khusus, seperti Sido Mukti, Sido Mulyo, dan Sido Asih dengan diwiru atau lipatan pada bagian depan kain yang jumlahnya bisa 9, 11 atau 13 lipatan. Sebagai pelengkap busana, selop juga terbuat dari bahan beludru dengan warna senada dengan kebaya pengantin. Sentuhan modifikasi pengantin Solo Putri dapat dilihat dari gaya berbusana yang menggunakan kebaya panjang lace. Mulanya hanya kebaya panjang lace warna putih, namun sekarang banyak pengantin Solo Putri menggunakan kebaya lace aneka warna.

Untuk pengantin pria mengenakan beskap Langenharjan, kemeja berkerah dan bermanset yang dipadu dengan batin bermotif sama dengan pengantin wanita yaitu Sido Mukti, Sido Mulyo atau Sido Asih. Pengantin pria memakai blangkon dan batik wiron. Perhiasan yang dikenakan pengantin pria berupa bros yang dipakai pada kerah dada sebelah kiri, dan memakai kalung Karset atau Kalung Ulur dengan bros kecil di bagian tengah yang disebut Singetan. Ujung karset ditarik ke kiri dan diselipkan pada saku beskap sebelah kiri. Di bagian pinggang, terdapat sabuk dan Boro yang terbuat dari bahan cinde.

Sebagai lambang kegagahan, pengantin pria mengenakan keris berbentuk Ladrang dengan Bunga Kolong Keris. Keris Ladrang diberi ukiran di tangkai yang disebut Pendok dan diberi perhiasan berbentuk lngkaran bulat seperti cincin yang disebut Selut dan Mendak. Keris ini diselipkan di bagian belakang sabuk.

Source http://kesolo.com http://kesolo.com/busana-pengantin-gaya-solo-ini-jenisnya/
Comments
Loading...