Busana Pengantin Solo Basahan

0 407

Busana Pengantin Solo Basahan

Busana pengantin tradisional tak kalah menawan dengan busana-busana pengantin gaya modern. Salah satunya adalah busana pengantin Jawa gaya Solo atau Surakarta. Tidak hanya indah, busana pengantin gaya Surakarta ini juga memiliki nilai filososi tinggi. Busana pengatin gaya Solo ini memang terinspirasi oleh busana raja dan bangsawan Keraton Kasunanan Surakarta serta Istana Mangkunegaran. Kesan sederhana, anggun, tapi agung menjadi ciri khas dari busana pengantin gaya Surakarta ini.

Solo Basahan berupa dodot atau kampuh dengan pola batik warna gelap bermotif alas-alasan (binatang) dan tetumbuhan hutan. Kini, pilihan motif dan corak warna dodot makin beragam. Namun, pilihan motif batik kain dodot tetap berpegang pada filosofi derajat mulia yang layak dikenakan pasangan pengantin.

Makna dari busana basahan adalah sebagai lambang berserah diri kepada Tuhan akan perjalanan hidup mendatang. Busana basahan mempelai wanita berupa kemben sebagai penutup dada, kain dodot atau kampuh, sampur atau selendang cinde, sekar abrit (merah) dan kain jarik warna senada, serta buntal berupa rangkaian dedaunan pandan dari bunga-bunga bermakna sebagai penolak bala.

Sedangkan untuk basahan pengantin pria berupa kampuh atau dodot bermotif sama dengan mempelai wanita, kuluk sebagai penutup kepala, stagen, sabuk timang, epek, celana cinde sekar abrid, keris warangka ladrang, buntal, kolong keris, selop dan perhiasan kalung ulur.

Busana Sikepan Ageng atau Busana Solo Basahan Keprabon merupakan salah satu gaya busana basahan yang kental dengan tradisi para bangsawan dan sampai saat ini masih banyak diminati. Dalam gaya busana ini, mempelai pria mengenakan kain dodotan dilengkapi dengan baju Takwa, yakni semacam baju beskap yang dulu hanya boleh dipergunakan oleh Ingkang Sinuhun (raja).

Sementara untuk mempelai wanita mengenakan kain kampuh atau dodot dilengkapi dengan bolero potongan pendek berlengan panjang dari bahan beludru sebagai penutup pundak dan dada.

Source http://kesolo.com http://kesolo.com/busana-pengantin-gaya-solo-ini-jenisnya/
Comments
Loading...