Bun Ya Ho, Tarian Khas Desa Megawon Kudus

0 104

Bun Ya Ho, Tarian Khas Desa Megawon Kudus

Bun Ya Ho berasal Bahasa Arab yang memiliki arti mari berbuat kebaikan. Tarian tersebut dibawa oleh Abdul Jalil Tamyiz dari Bumiayu. Beliau adalah seorang ulama yang membuat tarian Bun Ya Ho. Tari itu digunakan untuk menyebarkan agama Islam di Desa Megawon.

Berdasarkan sejarah, tarian tersebut mulai muncul setelah kemerdekaan Indonesia tahun 1945. Namun Bun Ya Ho mulai hilang setelah tahun 1960 saat modernisasi mulai muncul. Akhirnya tahun 2013, Pemerintah Desa Megawon mulai menelusuri tarian tersebut. Tahun 2013 kami memulai mencari data tentang tarian tersebut. 

Tarian Bun Ya Ho ditampikan oleh 13 penari dengan 11 putri dan dua putra. 11 perempuan ada yang bertugas membawa payung dan menari, dua putra yang akan berdoa.

Source http://seputarkudus.com/ http://seputarkudus.com/2016/08/tari-bun-ya-ho-asli-megawon-festival-aptitan.html
Comments
Loading...