budayajawa.id

Bumi Adat di Kampung Mahmud, Jawa Barat

0 9

Dari segi arsitektur, salah satu kekhasan yang dapat kita temui adalah bumi adat, atau rumah panggung tradisional masyarakat Sunda, yang sarat akan filosofi hidup sederhana dan religius. Rumah panggung ini dibuat dengan bahan utama kayu dan bilik sebagai dinding rumah. Pembuatan rumah panggung menghindari penggunaan bahan kaca, genteng barong, dan tembok. Pembuatan sumur juga awalnya dilarang di sini.
Hal tersebut bukan tanpa sebab. Menurut sesepuh desa, rumah merupakan tempat tinggal sementara yang tidak kekal. Manusia hendaknya membangun fondasi dengan keimanan dan ketakwaan terhadap Allah SWT. Menurut ajaran Islam tidak baik seorang manusia lebih memikirkan pembangunan fisik yang sifatnya duniawi seperti pembangunan rumah tinggal. Sebaiknya aktivitas lebih banyak dilakukan di luar rumah dengan bekerja, beribadah di masjid atau bersilaturahmi dengan tetangga.

Dengan rumah panggung, yang mencerminkan kesederhanaan, rasa iri dengki dan sombong tidak akan muncul dalam masyarakat. Yang penting itu beribadah, membangun fondasi iman dan takwa yang seharusnya dilakukan dengan sungguh-sungguh.

Namun sekarang ini sulit ditemui bentuk asli dari bumi adat di Kampung Mahmud. Masyarakat sudah banyak membangun rumah menggunakan bahan tembok. Sumur-sumur pun sudah banyak ditemui di kampung ini.

Hal lain yang dipahing (dilarang) di Kampung Mahmud adalah memelihara kambing dan soang (angsa). Kampung adat ini juga tidak memperkenankan pertunjukan wayang, menabuh go’ong atau menampilkan kesenian jaipongan. Larangan secara tertulis memang tidak ada, namun biasanya bila dilanggar akan menimbulkan bencana bagi yang melanggarnya. Bencana yang dimaksud biasanya berupa penyakit, kesulitan ekonomi, kerusakan hubungan rumah tangga, dan hal lain yang akibatnya buruk.

Source http://nationalgeographic.co.id/berita/2013/12/kampung-adat-mahmud-pusat-penyebaran-islam-di-bandung http://nationalgeographic.co.id
Comments
Loading...