Budaya Cukur Rambut Cina Peranakan

0 31

Budaya Cukur Rambut Cina Peranakan

Masyarakat suku Cina Peranakan/Tionghoa yang berasal khususnya dari daerah Tangerang, Banten memiliki ritual tersendiri sebagai bentuk ucapan syukur atas kelahiran seorang bayi. Ritual ini dilaksanakan sebulan setelah seorang bayi lahir, baik laki-laki maupun perempuan.

Pertama-tama, sang bayi dipakaikan baju, sepatu, dan sarung tangan berwarna merah serta pernak-pernik berwarna merah (topi, bando, selimut dan sebagainya). Warna merah sendiri melambangkan keselamatan, kesejahteraan dan kebaikan.

Bagian terpenting dari ritual ini adalah pencukuran rambut bayi, yang dilakukan sebagai bentuk pembuangan semua keburukan dan sakit penyakit yang ada pada sang bayi. Sebelum dicukur, bayi difoto terlebih dahulu, dan bayi kembali difoto setelah melakukan pencukuran rambut. Pencukuran juga disertai dengan harapan dan doa untuk kesehatan dan kesejahteraan si bayi.

Biasanya ritual ini juga disertai dengan pembuatan aneka ragam kue, seperti onde-onde berwarna merah dan putih atau kue tart kecil yang dihias dengan boneka bayi, atau nasi kuning yang dilengkapi dengan lauk ayam goreng serta telur diberi warna merah sebagai pertanda keselamatan. Makanan tersebut juga dibagikan kepada para tetangga dan anggota keluarga sebagai bentuk pembagian kesejahteraan.
Source https://budaya-indonesia.org https://budaya-indonesia.org/Budaya-Cukur-Rambut-Cina-Peranakan-Tionghoa/
Comments
Loading...