Brai Kesenian Tradisional Cirebon

0 251

Seni tradisional Brai merupakan salah satu kesenian khas Cirebon. Kesenian tersebut merupakan salah satu aset kekayaan budaya daerah Cirebon yang timbul dan berkembang sejak zaman Wali Sanga di pulau Jawa. Kesenian tersebut sampai sekarang masih dipertahankan oleh para pecintanya. Namun, pencinta seni ini terbatas dan salah satunya bisa ditemui di desa Bayalangu, Kecamatan Gegesik Kab. Cirebon.

Kesenian Brai yang dahulu diciptakan para walidi pulau Jawa bertujuan memberikan pendidikan dan mengajak masyarakat agar mengenal dan mengerjakan syariat-syariat Islam yang dibawa oleh Nabi Muhammad.

Alat musik atau waditra yang di gunakan, rebana dan kendang. Rebana, biasanya berjumlah dua sedangkan kendang besar (kendang gede), yang bentuk dan ukurannya sama dengan gamelan Cirebon berjumlah satu. Karena itu, brai merupakan suatu contoh musik yang merupakan perpaduan kental antara musik (budaya) Islam dengan budaya setempat – cirebon.

Walaupun terdapat akar seni Timur Tengah Islami, irama musik dan nuansa lagu atau langgamnya, tidak terdengar nuansa  musik Timur Tengah, melainkan menggunakan nada-nada setempat, slendro dan pelog yang biasa dimainkan gamelan Jawa,  demikian pula dengan iramanya.

Kesenian Brai, biasa dimainkan pada upacara-upacara keagamaan, seperti pada tanggal belasan sampai duapuluhan bulan Muharam (lailatul qadar), Maulid Nabi, kelahiran bayi, selamatan rumah, selamatan di makam, dll. Bukan sebagai seni hiburan dalam panggung untuk untuk ditonton oleh banyak.

Source Brai Seni Sufisme Cirebon yang Terancam Punah Asal mula kesenian brai
Comments
Loading...