“Boyong Grobog” Tradisi Purwodadi Yang Digelar Tahunan

0 104

Kirab Boyong Grobog adalah Prosesi adat yang digelar tahunan dengan mengarak “grobog” asli Grobogan sebagai cikal bakal terbentuknya daerah administrasi Kabupaten Grobogan. Merupakan upacara peringatan tempat kelahiran Kabupaten Grobogan yang mana pusat pemerintahannya berada tepat di Kelurahan Grobogan, dan dalam sejarahnya berpindah ke Kota Purwodadi.

Makna Tradisi

Perpindahan pusat pemerintahan Kabupaten Grobogan dari Kecamatan Grobogan ke Kecamatan Purwodadi ini memiliki sejarah panjang, yang hingga saat ini menjadi simbol kegotongroyongan masyarakat kabupaten tersebut. Untuk tetap melestarikan rasa kegotongroyongan tersebut, setiap tahun digelar tradisi kirab adat yang disebut “Boyong Grobog”Selain untuk melestarikan rasa kegotongroyongan, kirab “Boyong Grobog” ini juga sebagai bentuk penghargaan kepada Adipati Martopuro atau Pangeran Puger yang merupakan pendiri sekaligus bupati pertama Kabupaten Grobogan.

Dalam prosesi adat “Boyong Grobog” ini di sepanjang jalan utama dan pusat pemerintahan, warga memikul gunungan yang berisi hasil bumi, yang diikuti oleh para gadis cantik dengan mengenakan pakaian adat Jawa, Grobogan. Memikil gunungan ini adalah sebagai simbol kegotongyorongan masyarakat Kabupaten Grobogan dalam membangun kabupaten tersebut. Prosesi adat “Boyong Grobog” ini juga merupakan salah satu kekayaan budaya masyarakat Kabupaten Grobogan, yang berpotensi menjadi salah satu destinasi wisata sejarah dan kebudayaan di daerah tersebut.

Barisan terdiri dari para punggawa, putri-putri, serta jajaran kesenian tradisional seperti angguk, rebana, dan barongan atau biasa dikenal dengan sebutan “reog”. Selain itu, sebagai wujud syukur masyarakat, terdapat 10 gunungan yang terdiri dari hasil tanah dan jajanan pasar tradisional, perlambang kemakmuran dan kesejahteraan yang didapat oleh masyarakat Grobogan.

Tradisi Kirab Grobogan dikenal sebagai bentuk apresiasi dan penghargaan terhadap Adipati Martopuro atau lebih dikenal dengan sebutan Pangeran Puger, yang merupakan pendiri sekaligus Bupati pertama Kabupaten Grobogan. “Boyong Grobog” diartikan sebagai suatu proses dimana sebuah “grobog” (tempat menyimpan persenjataan jaman dulu seperti keris), yang kemudian”diboyong” atau diarak oleh karena perpindahan ibukota Kabupaten Grobogan yang semula di daerah Grobogan berpindah ke Purwodadi.

Source "Boyong Grobog" Tradisi Purwodadi Yang Digelar Tahunan "Boyong Grobog" Tradisi Purwodadi Yang Digelar Tahunan "Boyong Grobog" Tradisi Purwodadi Yang Digelar Tahunan
Comments
Loading...