“Bongkel” Kesenian Banyumasan Yang Lahir Dari Para Petani

0 151

Bongkel merupakan instrumen musik bambu yang merupakan hasil karya dari masyarakat pedesaan agraris di wilayah Banyumasan. Pada mulanya alat ini sangat populer dikalangan petani hutan dan lahan kering karena pada jaman itu lingkungan hutan masih rimba dan binatang huniannya merupakan ancaman bagi petani. Alat ini menjadi alat pengusir binatang baik binatang perusak tanaman maupun binatang-binatang pemangsa lainnya.

Asal Mula “Bongkel”

Pada masa dimana alat ini belum tercipta, para petani mengalami kesulitan dan ancaman yang membahayakan bagi keselamatan para petani. Karena para petani di wilayah Banyumas seringkali harus berhadapan langsung dengan binatang tersebut secara tiba-tiba. Keberadaan Bongkel bagi para petani merupakan media pengusir binatang agar tidak langsung berhadapan dengan binatang. Dengan bunyian Bongkel yang ritmik di kejauhan maka binatang akan berlari karena secara alami bunyian tersebut dianggap sebagai ancaman bagi binatang.

Alat musik Bongkel mulanya terisinpirasi dari alat pertanian yang lain yaitu panja kenclung sebuah alat untuk melubangi tanah yang akan menjadi media benih padi atau palawija dimusim tanam lahan kering. Dari Panja Kenclung ini kemudian timbul kreasi petani untuk membuat Bongkel. Bongkel berasal dari dua kata Bong dan Kel. Bong untuk menyebutkan nada rendah dan Kel untuk nada tinggi pada rangkaian Bambu Kenclung tersebut. Dari Bongkel ini kemudian berkembang menjadi Angklung.

Instrumen Penyusun “Bongkel”

Bongkel atau gondolio; musik tradisional mirip angklung, hanya terdiri atas satu buah instrumen dengan empat buah bilah berlaras slendro dengan nada 2 (ro), 3 (lu), 5 (ma) dan 6 (nem). Hingga sekarang bongkel atau gondolio masih berkembang di desa Tambaknegara, kecamatan Rawalo dan desa Gerduren, kecamatan Purwojati, kabupaten Banyumas.

Bongkel atau Gondolio; musik tradisional mirip angklung, hanya terdiri atas satu buah instrumen dengan empat buah bilah berlaras slendro dengan nada 2 (ro), 3 (lu), 5 (ma) dan 6 (nem). Hingga sekarang bongkel atau gondolio masih berkembang di desa Tambaknegara, kecamatan Rawalo dan desa Gerduren, kecamatan Purwojati, kabupaten Banyumas.
Source "Bongkel" Kesenian Banyumasan Yang Lahir Dari Para Petani "Bongkel" Kesenian Banyumasan Yang Lahir Dari Para Petani "Bongkel" Kesenian Banyumasan Yang Lahir Dari Para Petani
Comments
Loading...