Boneka Kathhog, Kesenian Asli Bondowoso Yang Mulai Tergerus Jaman

0 304
Sejarah

Boneka Kathhog diciptakan oleh alm. Ramidin pada tahun 1947. Tujuannya adalah sebagai hiburan kepada masyarakat yang tak memiliki satupun hiburan. Selain itu boneka ini juga menjadi penyemangat para pejuang yang sedang berperang menghadapi para penjajah dari Jepang dan Belanda. Saat boneka dimainkan dan beradu satu sama lain menimbulkan bunyi “TOG-TOG”, sehingga dikenal orang setempat dan diberi nama Boneka Katthog. Banyak orang mengira nama boneka ini berasal dari pakaian dalam yang digunakan, karena dalam bahasa madura katthog berarti pakaian dalam, ejaan huruf untuk Boneka Kathhog yang benar adalah katthog yang menggunakan huruf ‘g’ bukan ‘k’.

Sekilas Pandang Boneka Kathhog

Bahan untuk membuat boneka katthog ini adalah kayu kapuk randu. Kayu ini dipilih karena dinilai ringan saat dimainkan dan mudah dibentuk. Setelah kayu kapuk randu dipotong kemudian akan direndam selama satu minggu. Kayu yang sudah direndam akan menjadi lebih ringan. Setelah dikeringkan kayu akan dipahat bagian wajahnya agar menyerupai manusia. Setelah kepala selesai diukir kemudian wajahnya dicat dan diberi rambut. Rambut yang digunakan merupakan rambut asli manusia yang di tempelkan ke kepala boneka. Boneka terdiri dari dua bagian, yaitu kepala dan tubuh. Hal yang tersulit adalah saat membuat kerangka.

Bagian kerangka tersusun atas berbagai macam bahan. Mulai dari kayu, besi, kawat dan beberapa jenis kain untuk perut dan anggota badan lainnya. Semua bagian dari boneka katthog digerakan dari dalam. Hal ini yang membedakan boneka ini dengan wayang atau boneka lainnya. Saat menonton wayang kita akan melihat tongkat yang menggerakan tangan wayang tersebut, berbeda dengan boneka katthog yang seluruh gerakannya dari dalam. Boneka ini bagaikan hidup dan bergerak dengan sendirinya, hingga ada beberapa orang dulu yang memberikan boneka ini pisang karena dianggap anak sungguhan. Permainan boneka katthog bisa berlangsung selama satu jam.

Boneka Kathhog Era Sekarang

Kini kondisi boneka ini mulai memprihatinkan, jumlah boneka hanya tersisa belasan dan hanya disimpan didalam sebuah koper sederhana. Banyak boneka yang rusak dimakan zaman, Hal ini diperparah dengan kurangnya para peminat, sehingga menjadikan kesenian ini bagaikan hilang dan kalah dengan hiburan modern. Alasan lainya Boneka kathhog ini kurang peminat dan tidak adanya dalang.

Source Boneka Kathhog, Kesenian Asli Bondowoso Yang Mulai Tergerus Jaman Boneka Kathhog, Kesenian Asli Bondowoso Yang Mulai Tergerus Jaman
Comments
Loading...