Bobot, Bibit, Bebet

0 156

Bobot, Bibit, Bebet

Gegarane wong akrami dudu bandha dudu rupo, amung ati pawitane, luput pisan kena pisan, yen angel angel kelangkung tan kena tinumbas arta (Rambu rambu pernikahan bukan soal harta dan bukan karena wajah. Hanyalah hati yang menjadi modal pertimbangannya, Jika sekali salah jika benar pun sekali. Jika telanjur sulit, maka sulitnya luar biasa, tak bisa dibeli dengan harta). Demikian ungkapan atau refleksi pujangga Jawa mengenai gegarane wong akrami.

Betapa pentingnya rambu-rambu pernikahan ini. Karena pernikahan buka sekadar hubungan lelaki dan perembuan berdasar naluri seksual. Pernikahan merupakan perjanjian yang snagat koko (mithaqan ghlizan). Perjanjian lahir dan batin seorang lelaki dan perempuan untuk membentuk keluarga bahagia dan sejahtera sesuai dengan ketentuan sang pencipta dalam rangka berbakti dan beribadah kepad-Nya.

Berawal dari kehati-hatian menghadapi perkawinan itu pula, pujangga Jawa memberi rambu dalam memilih jodoh. Orang Jawa harus melihat dan mempertimbangkan obor-obor atau dom sumusupe banyu. Ada tiga hal penting yang menjadi pertimbangan itu.

Pertama, Bobot. Yakni menyeleksi kualitas calon pasangan pengantin. Hal ini sangat ditekankan terutama untuk calon pengantin laki-laki. Karena bahagia atau tidaknya seorang isteri sangat dipengaruhi oleh tingginya kualitas pendidikan dari sang suami. Hal ini akan sangat berpengaruh pada kestabilitasan sosial ekonomi rumah tangga yang akan dijalaninya.

Kedua, Bibit. Yakni pertimbangan berdasarkan keturunan atau keadaan orang tua sang calon pengantin. Keturunan ini pula yang nantinya sangat berpengaruh pada keadaan sosial kemasyarakatan dalam rumah tangga yang akan dijalani oleh si pengantin. Tentu ada beban psikologi sosial yang tinggi seandainya sang calon pengantin memiliki latar belakang kehidupan yang cacat dari sudut pandang sosial masyarakat.

Ketiga, Bebet. Perangai dari sang calon pasangan mempelai perlu dipelajari untuk menjadi bahan pertimbangan yang sangat matang sebelum menuju ke jenjang pernikan. Orang yang baik bisa dilihat dari ketercapaian hasil pada suatu proses sosialisasi di keluarga.

Source http://thefilosofi.blogspot.com/ http://thefilosofi.blogspot.com/2014/06/makna-filosofi-piranti-perkawinan-adat.html
Comments
Loading...