Bleketepe : Salah Satu Urutan Tradisi Perkawinan Masyarakat Banyumas

0 187

Bleketepe : Salah Satu Urutan Tradisi Perkawinan Masyarakat Banyumas

Perkawinan di Banyumas masih menggunakan tradisi nenek moyang walaupun dengan perkembangan zaman, tradisi perkawinan di Banyumas sudah terakulturasi oleh budaya Surakarta dan budaya Jogyakarta. Dimana pada resepsi tersebut menggunakan busana basahan yang berasal dari Yogjakarta tetapi mereka masih menggunakan tradisi begalan yang berasal dari Banyumas. Ini adalah urut-urutan acara pernikahan di Banyumas :

Bleketepe

            Pemasangan Bleketepe yang dilakukan oleh orangtua pengantin adalah merupakan awal pemasangan tarub. Bleketepe adalah daun kelapa yang masih hijau dan dianyam dengan ukuran rata-rata 50 cm x 200 cm. Bleketepe yang dipasang di Tarub dan mengelilingi area untuk pernikahan, merupakan perwujudan dari suatu tempat pensucian di kahyangan para dewa yang dinamakan Bale Katapi. Bale artinya tempat, Katapi dari kata tapi yang berarti membersihkan dan memilahkan kotoran-kotoran untuk kemudian dibuang. Dengan demikian pemasangan bleketepe dapat diartikan secara luas sebagai ajakan Bapak Ibu dan calon pengantin kepada semua orang yang terlibat di dalam upacara hajatan untuk berproses bersama mensucikan hati. Siapa saja yang diundang dan kemudian datang, masuk di dalam tempat yang sudah di kelilingi Bleketepe akan bersih secara lahir dan kemudian menjadi suci secara batin. Itulah harapannya.

Jika harapan untuk menjadi suci itu terwujud, maka semua orang yang diundang masuk ke tempat upacara akan menjadi suci dan memancarkan cahaya kesucian yang disebut Nur Harapan agar semua orang yang terlibat dalam upacara perkawinan memancarkan Nur disimbolisasikan dengan pemasangan Janur atau daun kelapa muda disemua area upacara.

Selain itu pemasangan Bleketepe juga dimaksudkan sebagai tolak Bala atau sebuah doa permohonan agar dari awal hinga akhir upacara perkawinan tersebut terhindar dari mara bahaya dan segala yang jahat. Baik yang kelihatan maupun yang tidak kelihatan.

Di dalam tarub ini selain Bleketepe dan Janur, kelengkapan-kelengkapan lain yang diadakan menyimbolkan sebuah harapan yang pada intinya membawa kebahagiaan dan kemuliaan khususnya pada pengantin berdua.

Source http://bambangplusar.blogspot.com/ http://bambangplusar.blogspot.com/2015/12/tradisi-perkawinan-masyarakat-banyumas.html
Comments
Loading...