Bersih Desa Sendang Sinongko Klaten, Tradisi Unik Memotong Puluhan Ekor Kambing

0 116

Tradisi Bersih Desa Sendang Sinongko

Tradisi Bersih Desa Sendang Sinongko merupakan hajatan tahunan yang digelar oleh masyarakat desa sekitar Sendang Sinongko. Tradisi ini telah lama berlangsung dan rutin diselenggarakan setelah musim panen pada pertengahan tahun. Rangkaian Tradisi Bersih Sendang Sinongko ini cukup unik dengan melakukan pemotongan puluhan ekor kambing secara bersama-sama di tepi Sendang Sinongko hingga acara doa bersama yang juga diselenggarakan di area sekitar sendang.

Gambar terkait

Tradisi Bersih Sendang Sinongko diselenggarakan di tepi Sendang Sinongko, Desa Pokak, Kecamatan setelah panen kedua yang kini menjadi agenda kebudayaan Klaten.

Proses pemotongan puluhan kambing jantan di sekitar pohon tepi Sendang Sinongko tergolong unik karena terdapat sesuatu yang tidak lazim. Ketika kambing disembelih, darah yang biasanya memancar atau mengalir hanya keluar secara menetes saja. Hal ini memang aneh dan membuat orang banyak tidak percaya bila tidak melihatnya sendiri. Kami pun datang cukup awal untuk membuktikan sendiri kebenaran cerita tersebut.

Beragam kisah diceritakan ketika dilakukan proses pemotongan hewan (kambing) di sekitar Sendang Sinongko. Ada yang mengatakan bahwa darah yang keluar saat penyembelihan kambing hanya menetes. Ada pula yang mengatakan bahwa darah yang mengucur jatuh ke akar pohon akan segera lenyap. Pada kenyataannya tidak tampak muatan darah yang tercecer dari puluhan ekor kambing.

Suasana berangsur-angsur sepi ketika beberapa puluh kambing jantan selesai disembelih dan dikuliti untuk dimasak. Hanya tersisa sekelompok orang yang sibuk memasak gulai kambing dan menanak nasi untuk sajian acara Bersih Desa Sendang Sinongko. Sebagian warga yang selesai tugasnya pulang kerumah masing-masing untuk mempersiapkan acara yang diselenggarakan sehabis shalat Jumat.

Legenda Tradisi Desa Sendang Sinongko

Gambar terkait

Dikisahkan bahwa di sekitar sendang tersebut merupakan sebuah kadipaten yang berbatasan dengan kadipaten Gunung Merapi disebelah barat dan kadipaten Gunung Lawu disebelah timur. Kadipaten tersebut dipimpin oleh Adipati Ki Singodrono dengan Patihnya Ki Eropoko. Kedua tokoh tersebut moksa ketika tidak setuju memberikan persembahan kepada Nyi Loro Kidul berupa korban manusia dan memilih korban berwujud hewan. Pada suatu ketika ada seorang petani yang mendengarkan suara gaib dari kedua tokoh tersebut yang moksa di Sendang Sinongko. Bila warga ingin makmur sejahtera sehabis panen hendaknya memberikan sesaji berupa nasi tumpeng lengkap dan memotong kambing ditepi sendang. Hingga saat ini tradisi nasi tumpeng, memotong kambing, hingga memberikan sesaji di tepi sendang masih berlangsung hingga sekarang.

Tata Cara Pelaksanaan Tradisi Bersih Desa Sendang Sinongko

Setelah selesai waktu shalat jumat, Tradisi Bersih Desa Sendang Sinongko dimulai dengan pembukaan acara oleh kepala desa kemudian dilanjutkan dengan pentas kesenian tradisional. Sembari acara berlangsung, beberapa panitia acara sibuk mengisi gulai kambing yang telah matang ke dalam rantang yang terdapat di dalam tenong-tenong milik warga. Sebagian panitia yang lain membagikan hidangan kepada warga dan tamu undangan berupa makanan ringan.

Gambar terkait

Bermacam-macam makanan ringan yang disajikan untuk warga mulai dari buah-buahan seperti semangka dan jeruk hingga jajanan pasar seperti kue lapis, roti nanas, kacang, dan sebagainya. Makanan tersebut disajikan diatas piring kemudian diletakkan dihadapan warga yang duduk di sekitar Sendang Sinongko. Bila diamati, hidangan yang disajikan lebih dari sepuluh macam jenis makanan.

Setelah dilakukan doa bersama, para warga dan pengunjung yang hadir dipersilakan makan nasi gulai kambing bersama-sama. Sebuah pemandangan langka ketika ribuan orang memadati suatu lokasi kemudian makan bersama tanpa memandang status sosial. Para panitia kembali sibuk dengan mengantarkan nasi putih dan gulai kambing ke setiap warga yang duduk di tempat yang disediakan.

Sebelum membawa pulang tenong, para warga menyisihkan sedikit isi tenong dengan sehelai daun pisang kemudian diletakkan di bawah pohon tempat dilakukan pemotongan kambing. Hal ini dimaksudkan sebagai ungkapan rasa syukur warga atas segala rezeki dan kelancaran panen sawah mereka beberapa waktu yang lalu. Kemudian berangsur-angsur warga meninggalkan lokasi Sendang Sinongko sambil membawa tenong menuju rumah masing-masing. Perayaan Bersih Sendang Sinongko tidak sepenuhnya usai karena pentas seni tradisional kembali dilanjutkan hingga sore hari.

Source Tradisi Unik Klaten Tradisi Bersih Desa
Comments
Loading...