Bentuk Ritual Tradisi Nyadran di Dam Bagong Kelurahan Ngantru Kabupaten Trenggalek

0 91

Bentuk Ritual Tradisi Nyadran di Dam Bagong Kelurahan Ngantru Kabupaten Trenggalek

Walaupun namanya nyadran tetapi sasarannya jelas, bukan untuk makhluk halus tetapi untuk memperingati atas keberhasilan Adipati Menak Sopal membangun Dam Bagong untuk yang pertama kalinya. Pelaksanaan tradisi nyadran di Dam Bagong Kelurahan Ngantru itu dilaksanakan setiap tahun sekali. Biasanya tradisi nyadran itu dilaksanakan pada hari Jum’at Kliwon di bulan Selo. Tradisi ini merupakan warisan nenek moyang yang tetap diperingati sampai sekarang ini.

Berdasarkan hasil wawancara dalam peringatan upacara tradisi nyadran di Dam Bagong Kelurahan Ngantru masyarakat harus bergotong-royong dalam mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan saat pelaksanaan upacara tradisi nyadran tersebut. Karena dalam pelaksanaan upacara tradisi nyadran tersebut banyak sekali perlengkapan yang harus dipersiapkan. Misalnya saja, sebelum pelaksanaan upacara tersebut masyarakat bergotong-royong membersihkan tempat atau makam yang akan digunakan untuk memperingati nyadran di Dam Bagong serta membuat panggung dan mendirikan terop.

Masyarakatlah yang mempersiapkan perlengkapan yang akan dijadikan sebagai perlengkapan nyadran dan ruwatan saat pelaksanaan upacara nyadran di Dam Bagong Kelurahan Ngantru. Karena banyak sekali bahan atau perlengkapan yang digunakan untuk sesaji dan ruwatan tersebut. Semua perlengkapan yang diperlukan untuk sesaji dan ruwatan itu harus lengkap atau dalam bahasa Jawa “Pepak”.

Kegiatan yang dilakukan dalam pelaksanaan upacara tradisi nyadran di Dam Bagong Kelurahan Ngantru antara lain sebagai berikut:

  • Penyembelihan kerbau (berkorban) yang dilakukan di dekat Dam Bagong yang bertujuan agar tidak terjadi banjir bandang lagi.
  • Bersesaji yang biasanya dilakukan oleh dalang ketika ruwatan. Banyak sekali perlengkapan yang digunakan untuk membuat sesaji misalnya saja, kembang telon, mule metri dan lain-lain.
  • Berdoa bersama saat melakukan sekarang di makam Adipati Menak Sopal sebagai penghormatan dan menghargai jasa-jasanya.
  • Berprosesi terlihat saat bapak bupati dan masyarakat berjalan dari makam Adipati Menak Sopal menuju Dam Bagong yang akan melemparkan kepala, kaki, kulit serta tulang kerbau ke dalam Dam Bagong.
  • Makan bersama yang dilakukan oleh para undangan dan masyarakat setelah acara larung selesai. Mereka semua makan daging kerbau yang sudah dimasak.
  • Ruwatan Wayang Kulit semalam suntuk yang bertujuan untuk keselamatan masyarakat Kabupaten Trenggalek demi menghindari bahaya dan bencana yang tidak diinginkan serta agar Dam Bagong tetap bisa mengairi sawah- sawah penduduk sehingga tetap bermanfaat.

Wayangan merupakan suatu akulturasi budaya yang sejak zaman kewalian (abad 14 oleh para wali) dijadikan sebagai hiburan dan alat dakwah. Selain itu, juga mampu menyampaikan pesan etis yang bermanfaat berupa pendidikan moral, keutamaan hidup pribadi dan masyarakat.

Kegiatan-kegiatan yang dilakukan dalam upacara nyadran sesuai dengan pendapat Depdikbud (1994:20), bahwa dalam suatu sistem upacara yang kompleks mengandung berbagai unsur yang terpenting antara lain sebagai berikut:

  • Sesaji

Pada banyak upacara bersaji, orang memberi makanan yang oleh manusia dianggap lezat, seolah-olah dewa-dewa atau roh itu mempunyai kegemaran yang sama dengan manusia.

  • Berdoa

Biasanya doa bersama diiringi dengan gerak dan sikap-sikap tubuh yang dasarnya merupakan gerak dan sikap menghormati dan merendahkan diri terhadap para leluhurnya, para dewa atau terhadap Tuhan. di dalam berdoa, arah muka atau kiblat merupakan suatu unsur yang amat penting dalam konsep religi. Dalam berdoa, ada pula suatu unsur yaitu kepercayaan bahwa kata-kata yang diucapkan itu mempunyai kekuatan gaib dan sering kali kata yang diucapkan itu dalam suatu bahasa yang tidak dipahami masyarakat, karena bahasa yang digunakan bahasa kuno. Tetapi justru itulah rupanya yang memberikan susunan gaib dan keramat kepada doa itu.

  • Makan bersama

Makan bersama juga merupakan suatu unsur perbuatan yang amat penting dalam upacara adat. dasar pemikiran di belakang perbuatan itu adalah untuk mencari hubungan dengan dewa-dewa, dengan cara mengundang dewa-dewa pada suatu pertemuan makan bersama. Perbuatan makan bersama terdapat dalam banyak upacara keagamaan di dunia, baik sebagai bagian dari upacara- upacara maupun sebagai upacara itu sendiri.

  • Berprosesi atau berpawai

Pada saat berprosesi sering dibawa benda-benda keramat seperti lambing, bendera, dengan maksud supaya kesaktian yang memancar dari benda-benda itu bisa memberi pengaruh pada keadaan sekitar tempat tinggal manusia dan terutama pada tempat-tempat yang dilalui prosesi atau pawai itu. Prosesi sering juga dimaksudkan untuk mengusir makhluk halus, hantu dan segala kekuatan yang menyebabkan penyakit serta bencana dari sekitar tempat tinggal manusia. Hal ini dilakukan tidak dengan benda sakti, tetapi dengan cara menakuti makhluk halus tadi dengan cara prosesi tersebut.

Ada beberapa niatan saat melakukan upacara tradisi nyadara misalnya sebagai berikut:

  1. Ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT. (Tasyakuran atau syukuran) atas keberhasilan pembangunan Dam Bagong yang sangat besar manfaatnya bagi penduduk atau rakyat Trenggalek baik yang lama oleh Adipati Menak Sopal dan penggantinya, walaupun yang baru dibangun oleh Pemerintahan Hindia Belanda secara permanen.
  2. Mengenang tokoh pelaku Adipati Menak Sopal, Ki Ageng Galek, Rara Amiswati, Ki Demang Surohandoko dan lain-lain, untuk didoa’kan semoga diterima amalnya dan diampuni dosa-dosanya
  3. Semua lillahi ta’ala untuk Allah SWT, tidak untuk makhluk halus (jin, syaitan, dan sebagainya).

Upacara tradisi nyadran di Dam Bagong Kelurahan Ngantru, Kecamatan Trenggalek, Kabupaten Trenggalek mempunyai unsur-unsur upacara yang sama dengan upacara keagamaan pada umumnya.

Source Bentuk Ritual Tradisi Nyadran di Dam Bagong Kelurahan Ngantru Kabupaten Trenggalek Pusaka Jawatimuran
Comments
Loading...