Bentuk Masyarakat Jawa

0 458

Bentuk Masyarakat Jawa

Di Jawa ada beberapa bentuk kemasyarakatan. Yaitu masyarakat kekeluargaan, gotong royong, dan berketuhanan. Mengenai hal ini akan dipaparkan satu persatu sebagai berikut:

 

Pertama
masyarakat kekeluargaan:
Setiap orang Jawa melihat dirinya sendiri berada di tengah-tengah sebuah tatanan jajaran seperti  kakek-nenek, bapak-ibu, kakak-adik, dan cucu-cucu. Bagi individu Jawa, keluarga merupakan sarang keamanan dan sumber perlindungan.  Hanya di dalam keluarga sajalah suasana akrab dan ideal kurang lebih bisa terwujud. Di dalam keluarga pulalah orang Jawa belajar mengembangkan keutamaan-keutamaan seperti belas kasihan, kebaikan, kemurahan hati, serta rasa tanggung jawab antar sesama.

Kedua
masyarakat gotong royong :
Masyarakat Jawa terkenal akan rasa saling membantu dan menolong di antaranya ialah melalui gotong royong. Rasa kebersamaan ini muncul,karena adanya sikap sosial tanpa pamrih dari masing-masing individu untuk meringankan beban yang sedang dipikul. Tidak hanya di pedesaan bisa kita jumpai sikap gotong royong, melainkan di daerah perkotaan pun bisa kita jumpai dengan mudah.
Ketiga
masyarakat ketuhanan :
Ketuhanan suku Jawa pada zaman purba mempunyai kepecayaan. Kepercayan adanya roh yang menguasai segala benda, tumbuhan, hewan, dan juga pada manusia sendiri, biasanya disebut dengan Animisme. Agama Hindu di Jawa membawa kepercayaan akan dewa-dewa yang menguasai dunia. Kemudian agama Islam, Kristen, Katolik yang masuk ke Jawa membawa kepercayaan akan adanya Tuhan Yang Maha Esa.
Source Bentuk Masyarakat Jawa Hakikat Manusia Jawa berdasarkan Unen-Unen
Comments
Loading...