Bentuk dan Makna Blangkon Orang Yogyakarta

0 741

Bentuk dan Makna Blangkon Orang Yogyakarta

Yang menjadi khas dari Kota Yogyakarta salah satunya ialah Blangkon.  Adanya mendolan di belakang kerap menjadi anggapan bahwa orang Jogja memiliki watak yang tidak terus terang, main belakang, dan licik.
Akan tetapi,  sebenarnya Blangkon ini menyimpan makna yang adhilugung yang patut di jadikan teladan. Sebab masyarakat Jogjakarta juga kaya akan budaya dan tradisinya.
Ada dua buah jenis blangkon Yogyakarta yaitu :
-Blangkon dengan bentuk Mataraman
-Blangkon dengan bentuk Kagok.
Blangkon terbentuk atas bagian yang sama yaitu wiru atau wiron, mondolan, cetetan, tanjunga, dan kemedha. Adapun  motif yang di gunakan dalam pembutan blangkon antara lain adalah motif modang, blumbangan, kumitir, celengkewengen, jumputan, sido asih, sido wirasat, taruntum. Motif  di atas adalah motif yang kerap di pakai untuk blangkon gaya Yogyakarta .
Makna Simbolis di balik Blangkon Yogyakarta :
Wiron atau wiru : Berjumlah 17 lipatan yang melambangkan jumlah rakaat sholat dalam satu hari.
Mondolan : Bukan berarti orang Jogja memiliki watak yang licik, akan tetapi menunjukkan bahwa  seorang pria harus memiliki kebulatan tekad dalam melaksanakan tugasnya walaupun itu sangalah berat
Cetetan       : Mempunyai makna permohonan pertolongan kepada Allah SWT. Sebab yang patut kita meminta hanya kepadanya.
Kemadha    : Bermakna menyamakan atau menganggap sama seperti putra sendiri.
Tanjungan   : Artinya yaitu kebagusan, maksudnya supaya terlihat lebih tampan sehingga disanjung-sanjung dan dipuja .

 

Source Bentuk Dan Makna Blangkon Orang Yogyakarta febri's blog
Comments
Loading...