Bentuk Akulturasi Budaya Tari Yapong

0 58

Bentuk Akulturasi Budaya Tari Yapong

Tari Yapong diciptakan di era modern namun tetap ingin menunjukkan adat budaya masyarakat Betawi, Tari Yapong adalah wujud akulturasi budaya. Berikut hal-hal yang mendasari terbentuknya Tari Yapong ini:

1. Berawal Dari Tarian Kontemporer

Unsur pop yang melambangkan kehidupan sehari-hari masyarakat yang dimasukkan ke dalam tarian. Utamanya gerakan bertumpu pada tangan dan kaki. Penari menari dengan ekspresi wajah gembira untuk menunjukkan rasa suka cita yang ingin digambarkan dalam tarian. Seperti kegembiraan rakyat yang menyambut kedatangan Pangeran Jayakarta, sosok pahlawan yang melekat di hati masyarakat Betawi pada masa penjajahan.

Karena termasuk jenis tarian kontemporer, tarian tidak terikat pakem yang biasanya ada pada tari tradisional. Sehingga gerakan tarian terlihat dinamis dan perpindahan tempat para penari terjadi dengan cepat. Gerakan tari sering mengalami perkembangan dan banyak variasi dalam setiap pertunjukannya. Dapat dikatakan, setiap pertunjukan memiliki perbedaan dalam bentuk tarian, meski cerita yang diangkat tetaplah sama.

2. Meretas Ide Dari Tarian Tradisional Betawi Dan Tarian Tradisional Sumatera

Berbagai unsur dari berbagai jenis tarian tradisional seperti tarian rakyat Betawi dan Sumatera. Unsur-unsur dari tarian rakyat tradisional diambil dan digabungkan dengan unsur-unsur gerakan tarian pop. Tampak dari gerakan tarian yang sederhana namun memiliki dinamika yang cukup tinggi. Gerakan kaki, tangan, dan pinggul mengadopsi dari tarian tradisional. Sementara dinamisasi gerakan adalah budaya tarian pop.

3. Busana Penari Mirip Dengan Busana Untuk Tari Tradisional

Dilihat sekilas, busana yang dikenakan para penari jelas terlihat seperti busana yang dikenakan pada Tari Kembang Topeng yang berasal dari Betawi. Pakaian menggunakan kain berwarna terang dan detail aksesoris yang digunakan pun serupa. Terdapat hiasan yang menutupi kepala dan toka-toka atau selendang yang digunakan untuk menutupi dada.

Budaya Betawi banyak dipengaruhi oleh budaya Tionghoa. Hal ini pun tampak pada pertunjukan di mana busana para penari memiliki motif naga berwarna merah. Selain itu terdapat pula beberapa gerakan yang kerap muncul pada tari-tarian yang berasal dari negeri tirai bambu tersebut.

4. Alat Musik Khas Daerah

Musik gamelan terdengar jelas sebagai latar suara dalam pertunjukan, yaitu perpaduan antara Gamelan Betawi, Gamelan Jawa Tengah, serta Gamelan Jawa Barat. Setelah tarian dilepaskan dari bentuk asli sendratari, alat musik yang digunakan adalah ragam alat musik Betawi untuk kian mempopulerkan alat musik tradisional betawi. Adapun macam alat musik yang kini biasa digunakan dalam pementasan tarian ini adalah alat musik tabuh seperti rebana biang, rebana hadroh, dan rebana ketimpring.

Source https://www.romadecade.org https://www.romadecade.org/tari-yapong/#!
Comments
Loading...