Benthikan Semarang

0 185

Benthikan

Benthikan merupakan sebutan salah satu permainan tradisional di daerah saya, yaitu Semarang. Biasanya dimainkan oleh anak-anak kecil (± 6-12 tahun). Benthikan ini tidak bisa dimainkan sendiri, tetapi harus ada lawannya. Jadi, jumlah pemain minimal 2 orang. Benthikan biasanya dimainkan di lapangan kampung.
Benda-benda yang dibutuhkan untuk permainan ini cukup sederhana dan pastinya mudah didapat. Seperti dua buah kayu berdiameter kecil berukuran panjang dan pendek (biasanya ranting pohon dikotil). Selain itu, dua buah batu bata.
Cara bermainnya juga cukup sederhana. Yang pertama, pastinya suit terlebih dahulu dari perwakilan tim. Tim yang menang (A), biasanya mendapat giliran untuk bermain. Sedangkan yang kalah (B) biasanya mendapat giliran untuk berjaga.
Meletakkan dua batu bata secara bersisihan dengan memberi celah sedikit pada bagian tengahnya. Kemudian meletakkan kayu yang pendek di atasnya. Salah satu dari tim A berkesempatan memukul kayu kecil menggunakan kayu yang panjang. Apabila kayu kecil tersebut tertangkap oleh tim lawan (B), maka tim lawan yang menangkap harus melemparkan kayu kecil tersebut ke kayu panjang yang diletakkan di atas batu bata dari tempat dia menangkap. Ada dua kemungkinan, jika tidak mengenai sasaran maka tim A yang memperoleh point, tetapi kalau mengenai sasaran maka tim B memperoleh giliran untuk memukul.
Apabila saat tim A memukul tetapi tidak tertangkap oleh tim B, maka salah satu dari tim B harus melemparkan kayu kecil tersebut di tempat jatuhnya kayu. Kemungkinan-kemungkinannya sama seperti yang di atas.
Source https://budaya-indonesia.org https://budaya-indonesia.org/Benthikan/
Comments
Loading...