Bengkel Tari Ayu Bulan Bandung

0 128

Bengkel Tari Ayu Bulan

“Bengkel Tari ayu bulan berdiri sejak 1992 tapi untuk formalnya di Bandung pada tahun 1994,” ujar putri Minangsari pelatih dan juga pegiat dari komunitas Bengkel Tari Ayu Bulan. Bandung menjadi saksi bisu berdirinya komunitas yang didirikan oleh Ayu Bulantrisna Djelantik sang maestro penari legong Indonesia. Bulan sengaja membentuk komunitas ini di Bandung, sebab beliau sendiri sempat praktik dan menjadi dosen di UNPAD pada 1994 untuk meningkatkan ilmu para penari yang sudah menguasai dasar menari.“Legong awal tahun 90 an itu mulai meredup.

Jadi jarang orang mulai mementaskannya lagi. Ia (Bulan) ingin legong kembali dicintai dan popular. Jadi ia ( Bulan) mengumpulkan penari-penari yang memang sudah jadi dalam artian semua penari yang terkumpul di bengkel tari ayu bulan adalah memang yang merupakan para penari Bali,” cerita Putri.Semua penari sudah siap berlatih, dengan cekatan mereka mulai mengikat sarung dan kain bali di pingganya. Tapi Biyang belum juga datang. Biyang adalah panggilan akrab dari Ayu Bulantrisna Djelantik. Dalam Bahasa Bali, Biyang adalah sebutan untuk ibu dan begitulah para anggota komunitas ini memanggilnya. Cermin-cermin besar terpasang di dinding, sesekali wajah seorang penari melirik kearah cermin merapihkan kain bali yang sudah diikatnya.

“Jadi tinggal membetulkan sikap dan mempelajari tari-tari legong tua .Banyak dari kami yang memang sejak awal kuliah sudah bergabung dan sekarang rata-rata dari kita sudah berkeluarga dan menikah dan sudah meregenerasi dan berjalan terus ya, karena kami sudah 20 tahun lebih bergabung,” lanjut Putri

Source https://budaya-indonesia.org https://budaya-indonesia.org/Tari-Ayu-Bulan/
Comments
Loading...