Belenggo Perpaduan Musik dan Tari Dari Betawi

0 45

Belenggo Perpaduan Musik dan Tari Dari Betawi

Belenggo adalah salah satu jenis musik dan tari dari betawi. belenggo telah dikenal di Batavia sejak zaman penjajahan Belanda yang merupakan suatu pementasan khas betawi dengan pengaruh cina yang mirip tari ronggeng.

Belenggo biasanya diiringi dengan tiga rebana dengan ukuran yang berbeda, satu atau dua rebab yang lazim digunakan dalam gamelan Sunda terkadang diganti dengan biola dan alat musik seperti kecapi yang disebut sampan cina. Gerak tarian ini sangat terbatas dan semua pemainya adala laki-laki. Gerakkannya pun mirip dengan tarian Melayu dan Gambus Zapin. Pakaian yang digunakan oleh penarinya seragam hitam seperti yang biasa dipakai pemain pencak silat karena tariannya sendiri mengambil gerakan dari pencak silat.

Tari Belenggo di bagi menjadi dua, yaitu Belenggo Rebana dan Belenggo Ajeng. Belenggo rebana yang dimainkan oleh anggota grup rebana biang secara bergantian. Dahulu rebana biang baru di mainkan ketika malam telah larut dan sebelumnya hanya dimainkan lagu dzikir dan lagu-lagu Sunda gunung, seperti kangaji, anak ayam dsb. Apabila telah banyak yang mengantuk baru diaminkan tari belenggo. Umumnya tarian ini dimainkan oleh petani. Sedangkan Belenggo Ajeng diiringi oleh gamelan ajeng. Penari dalam Belenggo Ajeng bukan hanya anggota rombongan Ajeng, tetapi orang-orang luar terutama yang bermaksud membayar kaul.

Belenggo Ajeng dimainkan setelah ‘nyapun’, yaitu menaburi kedua mempelai dengan beras kuning, uang, dan bunga-bunga diiringi lagu khusus semacam kidung. Siapa saja yang berminat, dengan mendahulukan yang berkaul, dipersilakan untuk menari. Tari ini bersifat improvisatoris dan tidak membawa tema cerita ataupun melukiskan sesuatu. Tari ini telah diwariskan turun temurun dan tontonan yang digemari oleh masyarakat di ciganjur, Jakarta Selatan. Masyarakat pendukung tari Belenggo Ajeng dengan sendirinya menjadi pendukung Gamelan Ajeng. Masyarakat tersebut adalah Kelapa Dua Wetan, Gandaria, dan Cijantung (Jakarta Timur).

Source http://kebudayaankesenianindonesia.blogspot.com http://kebudayaankesenianindonesia.blogspot.com/2011/05/uts-kesenian-tradisional-betawi.html
Comments
Loading...