Tari Beksan Klono Rojo Gagah, Yogyakarta

0 20

Beksan Klono Rojo Gagah adalah sebuah tarian yang menceritakan tentang seorang Raja yang sedang jatuh cinta (gandrung) dengan karakter yang gagah dan berwibawa tetapi agak bernapsu yang biasanya di identitaskan dengan Raja Rahwana dari Alengka. Tarian ini merupakan ciptaan dari KRT. Soenartomo Tjondroradono pada tahun 1972.  Inilah yang membedakan dari sekian banyak  tarian klasik Yogyakarta yang banyak sekali, memang kalau mau dilihat secara detail lagi Beksan Klono Rojo Gagah ini berbeda dengan Beksan Klono Rojo Alus. Dimana ragam Tari Klono Alus macamnya seperti Klono Alus Jungkung Mardiyo dengan tokoh Jungkung Mardiyo, Klono Alus Caklek dengan tokoh Dosomangkoro, Klono Alus Sumirat dengan tokoh Suswilo.

Yang membedakan  Beksan Klono Rojo Gagah  dengan Beksan Klono Rojo Alus  ini adalah hanya gerakannya saja, yang mana gerak Beksan Klono Rojo Gagah geraknya lebih gagah terlihat dari gerak tubuhnya seperti mengangkat kakinya lebih tinggi sedangkan Beksan Klono Rojo Alus   geraknya alusan. Komposisi gerak tarian ini diawali dengan maju gendhing dengan pola lantai selalu bentuknya Y, dimana geraknya di tengah kemudian samping kanan dan samping kiri. Gerak maju gendhingnya menggunakan kinantang, ulap-ulap yang kemudian dilanjutkan dengan gerak muryani busono sampai selesainya tarian ini.

Busana yang dikenakan pada tarian ini memakai irah-irah yang disebut tropong, probo sebagai identitas seorang raja dengan memakai sampur 2 buah di pinggang dan dileher, kaweng, boro, buntal dengan memakai jarik parang barong dengan motip ceplok gordo. Riasan yang dipakai menggunakan riasan gagahan yang didominasi warna merah dan yang jelas lebih tebal dibandingkan dengan Klono Alus, mulai dari brengos (kumis) sampai dengan alis, semuanya tebal.

Gendhing untuk mengiringi tarian ini  memakai gendhing ladrang dengan long gadung dengan irama satu kemudian pada gerak klononya memakai gendhing lancaran, genggong, long gadung lagi baru diteruskan mundur gendhing. Acara ini selain untuk menarik para wisatawan, juga sebagai penghormatan kepada karya-karya pendahulu tarian klasik Yogyakarta.  Dengan ikut melestarikan dan mengembangkan serta mengenalkan lewat pembinaan generasi muda tentang  tarian-tarian gaya Yogyakarta ini, maka secara tidak langsung kita ikut menjaga kekayaan seni budaya Indonesia khususnya tari klasik gaya Yogyakarta.

Source https://myimage.id https://myimage.id/beksan-klono-rojo-gagah/

Leave A Reply

Your email address will not be published.