Bedol Pusaka Warnai Peringatan 1 Suro di Ponorogo

0 182

Bedol Pusaka Warnai Peringatan 1 Suro di Ponorogo

Pemerintah Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, menggelar tradisi Bedol Pusaka dari Pringgitan atau Rumah Dinas Bupati di lingkungan Alun-alun kabupaten lima kilometer. Bedol Pusaka sudah menjadi tradisi yang digelar setiap `suroan` atau peringatan tahun baru Islam, 1 Muharram.

Terdapat tiga benda pusaka yang diyakini telah ratusan tahun tersimpan di Pringgitan yang saat ini ditempatinya sejak terpilih menjabat Bupati Ponorogo di tahun 2016. Masing-masing adalah pusaka payung “songsong tunggul nogo”, tombak “tunggul wulung” dan tambang atau sabuk “cinde puspito”.

Konon ketiga pusaka tersebut dipergunakan oleh pendahulunya untuk mempertahankan wilayah Ponorogo dari serangan penjajah. Tiga pusaka ini dibedol ke Pasar Pon, yang dikenal sebagai kawasan kota lama Ponorogo.

Menurut sejarahnya, pemerintahan Ponorogo sebelum dipindahkan ke Pringgitaan yang sekarang saya tempati ini, dulu berpusat di Pasar Pon. Ibu Kota Kabupaten Ponorogo di tahun 1496 berpusat di Pasar Pon, sebelum kemudian dipindahkan ke Pringgitan di tahun 1738.

Tradisi Bedol Pusaka ini hanyalah simbolis yang setiap tahun digelar sebagai salah satu kegiatan untuk memeriahkan peringatan tahun baru Islam, 1 Muharram. Tradisi bedol pusaka setidaknya mampu menarik perhatian ratusan ribu masyarakat setempat maupun wisatawan yang memadati rute kirab dari Pringgitan menuju Pasar Pon. Puncaknya tepat pada 1 Muharram nanti, yaitu hari Selasa, 11 September, akan digelar tradisi Grebeg Sura di Telaga Ngebel, yang biasanya juga disaksikan oleh banyak wisatawan.

Source https://www.liputan6.com/ https://www.liputan6.com/health/read/3640610/bedol-pusaka-warnai-peringatan-1-suro-di-ponorogo?source=search
Comments
Loading...