Bedhaya Angronakung Yogyakarta

0 103

Bedhaya Angronakung

Bedhaya Angronakung tercatat sebagai sebuah tarian Agung Kadipaten atau Pura Pakualaman yang di ciptakan oleh K.G.P.A. Paku Alam II. Kehadiaran kembali tari inu merupakan hasil upaya penggalian yang dilakukan pada masa K.G.P.A.A. Paku Alam VIII (bertahta 1937-1998). Sejak saat itu sampai sekarang Bedhaya Angronakung di pagelarkab untuk menyertai peristiwa peristiwa khusus.

Kata Angronakung berasal dari kata ron yang berarti daun dan akung yang berarti kasmaran atau tengah jatuh cinta. Tarian ini menceritakan tentang penggambaran Raden Panji Inu Kertapati sekaligus pertemuannya dengan Dewi Candrakirana. Bedhaya Angronakung merupakan ungkapan simbolis pengambaran Raden Panji Inu Kertapati dqlam menemukan jati diri atau hakekat kehidupan. Penggambarannya melalui penggambaran mencari pengganti Angreni kekasih yang bersedia mengorbankan diri untuk kebahagiaan bersama.

Penari tidak di haruskan berpuasa,dalam persiapan melakukan tugasnya,tetapi melakoni suatu laku tirakat batin sebagai bentuk pengendalian diri. Busaba yang dipakai oleh para penari berwarna hijau dan pink sebagai ungkapan sekar belimbing (bunga belimbing) yang melambangkan warna kesuburan. Makna kesuburan diperkuat dengan tata rias wajah dan rambut layaknya pengantin. Semua simbol ini membingkai makna mampu memancarkan atau membarikan kesuburan, kesejahteraan serta kebahagiaan kepada masyarakat yang sesungguhnya simbolisasi dari kepemimpinan yang diharapkan saat ini.

Source https://budaya-indonesia.org https://budaya-indonesia.org/Bedhaya-Angronakung/
Comments
Loading...