budayajawa.id

Batik Tulis Paoman Kesenian Tulis dari Kabupaten Indramayu

0 46

Batik Tulis Paoman ini merupakan kesenian tulis yang berasal dari kabupaten Indramayu. Batik ini memiliki ciri khas pesisir dengan corak yang berbeda dengan batik dari daerah lain. Perpaduan antara kepercayaan, adat istiadat, seni dan lingkunga kehidupan pesisir, ditambah lagi adanya pengaruh dari luar ikut mempengaruhi terbentuknya motif dan karakter batik tulis pesisir. Kesenian Kabupaten Indramayu sebenarnya ada beberapa yang mirip/sama dengan daerah lain. Namun, tentu saja mempunyai beberapa perbedaan yang menciri khaskan daerah Indramayu.

Sejarah Batik Tulis Paoman

Batik Indramayu diperkirakan sudah ada sejak 200 hingga 300 tahun yang lalu. Hal ini dibuktikan dengan ditemukannya batik kuno yang dimiliki oleh masyarakat setempat yang merupakan warisan keluarga secara turun temurun. Keberadaan daerah Paomana tidak bisa dilepaskan dengan adanya Pelabuhan Cimanuk pada abad ke-16. Paoman merupakan salah satu desa yang berada di kawasan Pelabuhan Cimanuk yang bahkan nama desanya pun tercipta dari nama yang merujuk pada aktivitass pelabuhan, yaitu berasal dari kata pa-omah-an yang berarti perumahan.

Paoman merupakan sebuah kelurahan di Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu. Kelurahan tersebut merupakan daerah di mana terdapat sentra batik dan kegiatan kerajinan batik dalam masyarakatnya. Tak sedikit masayarakat Indramayu  menyebutkan bahwa batik Dermayon juga biasa disebut sebagai Batik Paoman karena Paoman merupakan sentra batik di Kabupaten Indramayu. Daerah produksi batik di Kabupaten Indramayu berada di dua kecamatan yaitu Kecamatan Indramayu meliputi Desa Paoman dan Pabean, dan Kecamatan Sindang meliputi Desa Penganjang, Babadan, dan Desa Terusan.

Tome Pires (1513), pengelana asal Portugis mencatat Pelabuhan Paoman sebagai pelabuhan terbesar kedua setelah Sunda Kelapa, di antara empat pelabuhan lainnya yang dikuasai Kerajaan Sunda (abad ke-8 – ke-17) (Kasim, 2013: 3-4). Pada masa itu, badan Sungai Cimanuk cukup lebar sehingga dapat dilalui kapal dari lepas pantai hingga menuju pusat kota di Desa Dermayu.

Motif Batik Paoman

Batik memiliki berbagai corak hias, motif, tekni pembuatan, dan bahan atau media yang digunakan yang biasanya digunakan dalam batik untuk menunjukan sebagai identitas daerah asal batik itu tersendiri, tak tekecuali batik Paoman Indramayu.

Batik yang berciri khas pesisir, memiliki corak yang berbeda dengan batik daerah lainnya. Perpaduan antara kepercayaan, adat istiadat, seni dan lingkungan kehidupan daerah pesisir, ditambah lagi adanya pengaruh dari luar, seperti Cina, Arab dan Timur Tengah, Hindu-Jawa serta Eropa ikut memengaruhi terbentuknya motif dan karakter batik tulis pesisir.

Sentra industri kerajinan batik tulis ini terdapat di Kelurahan Paoman, Desa Pabean Udik, Kecamatan Indramayu dan desa Terusan, Sindang, Indramayu. Kualitas dari batik yang mem punyai ± 200 motif ini kini telah mampu menembus pasar internasional, terutama para kolektor batik dari mancanegara. Dari total motif diatas ada 99 motif yang telah terdaftar di Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI) menjadikan Kabupaten Indramayu menjadi pelopor hak cipta batik.

Perkembangan Batik Paoman Indramayu (1990-2005)

Berbicara motif batik Paoman Indramayu, sesuai dengan letak geografis Indramayu sebagai daerah pesisir yang memiliki potensi hasil perikanan, kehidupan nelayan dan juga sebagai lumbung padi Jawa Barat, kehidupan petani dan lingkungannya menjadi ciri dan identitas Batik Paoman. Hal ini dikarenakan Batik Paoman motifnya bersifat naturalis, bebas tidak ada batasan yang mengikat pada batiknya. Dengan demikian setiap motif yang dibuat tidak memiliki makna simbolis, karena para pengrajin batik lebih cenderung menganggap kegiatan membatik selayaknya melukis tanpa maksud apapun selain tertarik pada keindahan semata.

Saat ini Paoman memiliki 143 motif batik, dari semua motif tersebut telah didaftarkan di Departemen Kehakiman dan Hak Asasi Manusia untuk mendapatkan hak cipta. Namun sampai saat ini baru 50 motif yang sudah mendapatkan sertifikat. Beberapa contoh motif yang sudah terdaftar di Departemen Kehakiman dan Hak Asasi Manusia seperti yang diterangkan pada katalog DEKRANASDA Indramayu (2007: 4) yaitu: Kembang suket, kembang pete, kembang gunda, iwak petek, sawat riwog, lasem urang, manuk bengkuk, lokcan, kereta kencana, manuk drawes, iwak etong, sekar niem, obar-abir, sisik, sejuring, merak berunding, merak ngibing, perang teja, pentil kuista, rajeg wesi, sawat biscuit, rama, srikit, puyong, jae sarempang kandang, teluki, kembang betah, dan sebagainya.

Berbicara mengenai motif, faktor pendukung lain yang dapat memperindah batik yaitu warna. Pada awalnya, warna pada batik Paoman terbatas pada warna merah, coklat, biru, dan hijau. Warna-warna tersebut merupakan warisan secara turun-temurun dari nenek moyang dan dipertahankan sampai saat ini. Akan tetapi seiring berjalannya waktu, warna batik Paoman semakin berkembang, warna yang digunakan yaitu warna-warna yang cerah seperti: hijau, merah, kuning dan warna cerah lainnya. Hal ini dipengaruhi oleh letak Indramayu yang berada di daerah pantai yang identik dengan warna-warna cerah sesuai dengan karakter masyarakat daerah sekitar yaitu ceria dan periang. Selain itu untuk memenuhi kebutuhan ekonomi masyarakat pendistribusi batik yang sewaktu-waktu mengalami perubahan.

Sentra Industri Batik Paoman

Batik Paoman ini di sentra pengrajin batik Paoman di Jl. Kopral Yahya, Anjun, Indramayu dan atau bisa datang langsung ke butik batik Paoman milik Hj. Siti Ruminah yang menjual dan mengkoleksi berbagai motif batik Paoman dengan alamat di Jl. Siliwangi No. 315/A, Kelurahan Paoman Indramayu.

Source Batik Paoman Indramayu: Sentuhan Tangan Indah Wanita Pesisir SEJARAH DAN PERKEMBANGAN BATIK PAOMAN INDRAMAYU
Comments
Loading...