Batik dan Sejarah Raja Jawa

0 82

Batik Parang merupakan batik asli Indonesia yang sudah ada sejak zaman keraton Mataram Kartasura (Solo) dan dulunya hanya bisa dipakai oleh raja, penguasa, dan ksatria.

Saat ini Batik Parang telah mengalami perkembangan dan muncul dalam berbagai motif yang berbeda namun tetap mencirikan motif batik parang. Beberapa jenis – jenis Batik Parang tersebut yaitu:

  1. Motif Parang Rusak Barong

Parang barong merupakan parang yang paling besar dan agung, dan karena kesakralan filosofinya, motif ini hanya boleh digunakan untuk raja, terutama dikenakan pada saat ritual keagamaan dan meditasi.

2. Parang Klitik.

Caption (Sumber Gambar)

Motif ini merupakan pola parang dengan stilasi yang halus. Ukurannya pun lebih kecil dan juga menggambarkan citra feminim, Motif ini melambangkan kelemah-lembutan, perilaku halus dan bijaksana. Biasanya digunakan oleh para puteri raja.

3. Parang Slobog.

Caption (Sumber Gambar) Caption (Sumber Gambar)

Pada setiap upacara pelantikan, motif parang siobog harus dipakai sebagai harapan agar pemimpin yang dilantik dapat menerapkan lambang keteguhan, ketelitian, dan kesabaran dalam mengemban tugasnya. Selain itu, parang siobog juga dipakai pada pemakaman raja dengan tujuan agar arwahnya mendapatkan kelancaran dalam perjalanan menuju Kehadirat Tuhan Yang Maha Esa.

4. Parang Kusuma

Caption (Sumber Gambar)

Motif Parang Kusuma mengandung makna hidup harus dilandasi oleh perjuangan untuk mencari keharuman lahir dan batin, yang diibaratkan sebagai keharuman bunga (kusuma). Bagi orang Jawa, hidup di masyarakat yang paling utama dicari adalah keharuman pribadinya tanpa meninggalkan norma-norma yang berlaku dan sopan santun agar dapat terhindar dari bencana lahir dan batin. Walaupun sulit untuk direalisasikan, namun umumnya orang Jawa berharap bisa menemukan hidup yang sempurna lahir batin.

Source https://www.goodnewsfromindonesia.id/2016/03/28/makna-batik-parang-yang-tak-sembarangan www.goodnewsfromindonesia.id
Comments
Loading...