Batik Dalam Tradisi Pernikahan Jawa Turunnya Kembar Mayang

0 17

Batik Dalam Tradisi Pernikahan Jawa Turunnya Kembar Mayang

Busana yang dipakai untuk ijab biasanya adalah Basahan, Jawi Jangkep ataupun Langeharjan. Kain batiknya adalah batik yang tidak diprada seperti: kain batik Sidamulya, batik Sidamukti, dll. Orangtua pengantin mengenakan kai batik Truntum dan memakai sabuk kemben dari Sindur.

Kain batik Sidamulya berasar dari jaman Mataram Kartasura. Kemudian pada masa pemerintahan Pakoe Boewono IV dikembangkan, dasar kain yang semula latar putih memakai dasar ‘ukel’ dikembangkan menjadi kain batik yang disebut batik ‘Sidamukti’.

Sebenarnya batik Sidamukti, Sidaluhur dan Sidamulya mempunyai motif sama, yang membedakan adalah warna dasar dari batik itu. Sidamulya mempunyai dasar pelataran putih, Sidaluhur mempunyai dasar pelataran hitam dan Sidomukti dasar pelatara ukel.

Setelah pada masa Pakoe Boewono IX, terdapat pengembangan ‘motif Sida Asih’, yaitu dasar pelataran putih diselingi ukel. Makna kain batik Sidamulya adalah diharapkan dalam kehidupan kelak tercukupi kebutuhan materi dan tercapai kamulyan.

Batik Sidaluhur, mempunyai suatu pengharapan dalam hidupnya bisa mencapai kedudukan yang tinggi dan menjadi panutan masyarakat. Sidamukti mempunyai makna kelak dalam hidupnya bisa tercapai kebahagiaan tercukupi materi dan mempunyai kedudukan sehingga dihormati dalam masyarakat. Sidaasih agar mendapat perhatian dari sesame dan saling mengasihi atau dengan kata lain ditresnani dan disayang sesamanya.

Source http://mahligai-indonesia.com/ http://mahligai-indonesia.com/ragam-busana/busana-etnik/batik-dalam-tradisi-pernikahan-jawa-4540

Leave A Reply

Your email address will not be published.