budayajawa.id

Batik Dalam Pernikahan Adat Solo

0 24

Batik Dalam Pernikahan Adat Solo

Memilih busana untuk menikah ditentukan oleh kebudayaan calon pengantin. Salah satu busana pengantin yang dapat digunakan adalah busana pengantin Solo. Busana pengantin Solo memiliki makna dan filosofi tinggi.

Busana para bangsawan dan raja keraton Kasunanan Surakarta dan Istana Mangkunegaran, Jawa Tengah mengisnspirasi bagaimana busana pengantin solo. Terdapat dua jenis busana model pengantin Jawa Solo, yaitu Solo Putri dan busana pengantin Solo Basahan.

Pengantin Perempuan

Busana pengantin Solo putri, pemakaian kebaya terdiri dari bagian atas dan kain batik di bagian bawah. Pada bagian atas, pengantin putri akan menggunakan kebaya dengan bahan beludru berwarna hitam, hijau, biru, merah, ungu, atau coklat. Pemakaian bahan beludru bertujuan untuk memberikan kesan elegan dan glamor si pengantin.

Kebaya yang digunakan berukuran panjang hingga lutut pengantin yang memakai bef atau kutu baru pada bagian depan. Untuk bagian bawah, biasanya digunakan kain batik dengan motif Sido Mukti, Sido Mulyo, dan Sido Asih.  Kain batik tersebut diwiru (lipatan pada bagian depan kain) berkisar 9, 11 atau 13 jumlahnya.

Sehingga saat pengantin berjalan dapat terlihat seperti seekor burung merak yang melambai-lambai. Tidak lupa dengan selop sebagai pelengkap busana. Selop terbuat dari bahan beludru dengan warna yang sama seperti kebaya yang digunakan pengantin.

Tata rias pengantin perempuan dengan model Solo Putri akan terlihat paes hitam pekat pada bagian dahi. Tata rambut menggunakan ukel besar yang dihiasi melati dan dilengkapi dengan cundhuk sisir dan cundhuk mentul di bagian atas konde.

Pengantin Pria

Pengantin pria mengenakan Beskap Langen Harjan, kemeja berkerah dan bermanset dengan motif yang senada dengan kain batik pengantin wanita yaitu Sido Mukti, Sido Mulyo atau Sido Asih. Perhiasan yang digunakan pengantin pria yaitu bros yang digunakan pada bagian kerah dada sebelah kiri.

Tidak lupa pemakaian kalung karset atau kalung ulur dengan bros kecil di bagian tengah (Singetan). Di bagian pinggang pengantin pria terdapat sabuk dan Boro. Hampir sama dengan model busana pengantin Jawa umumnya. Sebagai perlambang kegagahan pengantin pria akan mengenakan keris yang diselipkan di bagian belakang sabuk dan berbentuk Ladrang serta diberi Bunga Kolong Keris.

Source http://www.batiksemarang.com/ http://www.batiksemarang.com/2015/08/batik-dalam-pernikahan-solo.html
Comments
Loading...