Banten Kebesaran

0 278

Banten Kebesaran

Nakeni adalah salah satu adat dan tradisi di Banten. Nakeni sendiri biasanya di lakukan dari pihak keluarga wanita mendahului datang ke tempat orang tua laki-laki yang dianggap pantas untuk menjadi calon menantunya. Tujuannya untuk mempertanyakan apakah anak laki-lakinya sudah mempunyai calon istri atau belum. Tapi pada perkembangan saat ini, adat Nakeni di Banten dijadikan suatu upaya untuk mempersatukan keduanya dalam ikatan pernikahan, sehingga terhindar dari hal-hal yang melanggar norma agama.

Tahapan selanjutnya adalah Mastetaken, istilah yang digunakan untuk mematangkan rencana yang telah disampaikan pada upacara Naken. Wakil orang tua calon pengantin laki-laki berkunjung pada calon pengantin perempuan. Maksudnya untuk melamar dan menentukan hari baik untuk pernikahan. Pada kesempatan ini, dibawakan seserahan yang biasanya berupa seperangkat pakaian perempuan.

Tahapan selanjutnya adalah upacara Mapag Pengantin atau upacara kedatangan calon pengantin laki-laki beserta keluarganya. Pada prosesi ini pengantin disambut dengan tarian penyambutan khas daerah Banten.

Dalam prosesi akad nikah, pengantin perempuan tidak disandingkan dengan pengantin laki-laki. Setelah selesai pelaksanaan akad nikah barulah keduanya duduk bersanding. Setelah mendapatkan doa restu dari seluruh keluarga dan handai taulan, pengatin laki-laki pulang ke rumahnya untuk mengikuti acara adat yang akan berlangsung pada malam harinya. Sedangkan pengantin perempuan dan keluarganya tetap di rumah untuk mempersiapkan upacara Mapag Jawadah.

Pada malam harinya diadakan prosesi adat Mapag Jawadah (Juadah). Prosesi ini merupakan penjemputan Jawadah atau makanan kecil berbagai jenis seperti kue lapis, pisang setandan, tebu wulung, tumpeng kecil dari beras ketan, dan sebagainya dari rumah keluarga pengantin laki-laki. Pengantin perempuan bersama keluarganya menyambangi ke kediaman pengantin laki-laki untuk selajutnya membawa jawadah.

Setelah tiba di kediaman pengantin perempuan dilanjutkan dengan Yalil (buka pintu). Di sini pengantin perempuan dibawa masuk ke dalam rumah sedangkan pengantin laki-laki menunggu di depan pintu yang diberi tirai. Pelaksanaan buka pintu dilakukan oleh rombongan Fakih, yang lazim disebut Yalil.

Source Banten Kebesaran onezone.com
Comments
Loading...