Bagian-bagian Pendukung Tari Badui, Tarian Daerah Sleman Yogyakarta

0 135

Bagian-bagian Pendukung Tari Badui, Tarian Daerah Sleman Yogyakarta

Tari Badui adalah salah satu kesenian yang berasal dari daerah Sleman Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta. Tari ini merupakan jenis tarian rakyat yang menggambarkan suatu adegan peperangan atau serombongan prajurit yang sedang latihan perang. Dalam penyajian tari ini dilakukan secara kelompok  dan berpasangan.

Bagian-bagian Pendukung Tari Badui

Jumlah para pendukung pementasan kesenian Badui tidak menentu. Berikut Bagian bagian pendukung tari Badui.

  • Bagian Instrumen Musik dan Vokalis. Biasanya terdiri dari 10 orang (jumlahnya kadang tidak menentu)
  • Penari. Terdiri dari kurang lebih 30 orang penari
  • Penari terdiri dari laki-laki yang usianya rata-rata antara 12 – 30 tahun.
  • Kostum yang dipakai pemain terdiri dari peci Turki berwarna merah (kanigoro) atau kuluk temanten yang berwarna merah yang ada kucirnya, baju putih lengan panjang, rompi, celana panji, kain (rampekan) stagen dan ikat pinggang, kaos kaki dan sepatu putih.
  • Para penari membawa godo/gembel (senjata dan kayu).
  • Vokal disampaikan dalam bentuk lagu dan dibawakan secara bergantian antara penari dengan vokalis, bersama dengan pemegang instrumen musik (saut-sautan, Jawa). Syair yang dibawakan ada yang diambil dari Kitab Kotijah Badui tetapi ada juga yang disusun sendiri, dan berisikan uraian tentang budi pekerti, kepahlawanan, persatuan/kesatuan dan lain-lain.

Instrumen yang dipergunakan adalah genderang (tambur) satu buah, terbang genjreng 3 buah dan satu jedor/bedug. Kadang-kadang ditambah sebuah peluit yang berfungsi untuk memberi aba-aba akan dimulainya pementasan, pergantian posisi, maupun berhenti / selesainya pertunjukan.
Lagu-lagu yang dibawakan bernafaskan Islami dan sholawat puji-pujian.

Tari ini biasanya dipentaskan pada malam hari namun sering juga di pentaskan pada siang hari, selama kurang lebih 4,5 jam. Alat penerangan yang digunakan adalah lampu petromak. Ada kalanya pula tarian ini diselingi dengan pencak silat, dan dalam tarian pencak silat ini para pemainnya kadang ada yang dapat mencapai trance.

Posisi kaki penari umumnya terbuka, sedangkan posisi lengan rendah dan tinggi. Konsep pentas yang digunakan ialah arena dengan desain lantai lingkaran dan lurus. Instrumen yang dipergunakan adalah genderang (tambur) satu buah, terbang genjreng 3 buah dan satu jedor. Kadang-kadang ditambah sebuah peluit yang berfungsi untuk memberi aba-aba akan dimulainya pementasan, pergantian posisi, maupun berhenti / selesainya pertunjukan.

Source http://dunia-kesenian.blogspot.com/ http://dunia-kesenian.blogspot.com/2014/03/tari-badui-tarian-daerah-sleman.html
Comments
Loading...