Babad Pasir

0 33

Babad Pasir

Naskah berjudul Babad Pasir ini diterbitkan pada 1898 di Batavia. Ditulis oleh pribumi yang belum diketahui penulisnya. Diperoleh dari pencarian Snouck Hugronje yang kemudian diberikan kepada Dr. Brandes. Sekarang naskah yang berjumlah 300 halaman tersebut tersimpan di Perpustakaan Nasional RI dengan kode BR 64.

Naskah Babad Pasir ini merupakan salah satu naskah yang memuat cerita tentang sejarah wilayah Banyumas yang berukuran 16,5 x 21 cm dan terbuat dari kertas Eropa. Sama seperti koleksi naskah milik Dr. Brandes lainnya, naskah Babad Pasir ini ditulis dengan bahasa Jawa dan aksara Jawa, ditulis dengan tinta hitam. Isi naskah berbentuk macapat, terdiri dari 39 pupuh, yang menceritakan Raja Pajajaran memiliki tiga putra dan satu putri yang bernama Raden Banyak Tantra, Raden Banyak Belatur, Raden Banyak Ngampar, dan Retna Pamekas. Kemudian di Desa Gunung Tungkeban, ada seorang pendeta sakti bernama Ajar Wirangrong yang bertemu Putra Mahkota saat mencari seorang perempuan karna di Pajajaran tidak ada perempuan seperti yang dia cari. Putra Mahkota berjalan ke timur dan tiba di negeri Pasir berganti nama menjadi Kamandaka. Ia bertemu perempuan yang persis ibunya, perempuan itu bernama Dewi Ciptarasa adik Adipati Pasir hingga ia pun diangkat menjadi anaknya. Cerita dilanjutkan dengan kisah Raden Ngabei Cakrawadana hingga Babad Sengkala tentang peristiwa Perang Dipanagara.

Source https://budaya-indonesia.org https://budaya-indonesia.org/Babad-Pasir/
Comments
Loading...