Atonoh Jukok, Tradisi Saat Panen Ikan Menurun

0 67

Atonoh Jukok, Tradisi Saat Panen Ikan Menurun

Warga nelayan pesisir Mayangan, Kota Probolinggo punya cara berbeda untuk mengungkapkan rasa syukur kepada yang maha kuasa. Mereka menggelar Atonoh Jukok, tradisi untuk mengharap berkah yang maha kuasa.

Atonoh Jukok digelar saat hembusan angin kencang melanda wilayah kota setempat. Umumnya hembusan angin kencang tersebut kerap berpengaruh terhadap hasil tangkapan ikan nelayan di lautan yang menurun.

Warga nelayan Mayangan mempercayai, usai melakukan tradisi tersebut, hembusan angin kencang akan berangsur membaik dan membuat hasil tangkapan ikan di laut kembali normal.

Dalam Atonoh Jukok, seluruh warga nelayan Mayangan berkumpul di jalan ikan Kakap Kecamatan Mayangan, guna membakar ikan untuk dimakan bersama-sama.

Selain dimakan sendiri, sebagian ikan yang dibakar juga diberikan kepada warga luar kampung yang hadir dalam tradisi warga nelayan pesisir kota Mangga itu.

Diungkapkan Siti Fatonah, salah seorang istri nelayan setempat, seperti dikutip Detikcom, jika tradisi ini sudah ada sejak zaman nenek moyangnya. Tradisi itu merupakan bentuk mengharap berkah yang maha kuasa.

“Kalo sudah angin kencang gini, tangkapan ikan menurun, makanya ini sebagai wujud sedekah nelayan agar tangkapan ikan berkah,” ungkap Siti kepada wartawan, pekan lalu.

Hal senada disampaikan Hadi Zainal Abidin yang merupakan tokoh masyarakat Mayangan. Dengan adanya tradisi tersebut, warga bisa belajar saling berbagi dan gotong royong, agar selalu mendapat rahmat dan berkah dari yang maha kuasa.

“Saya rasa tradisi ini cukup baik, dan perlu dilestarikan. Banyak nilai-nilai positif dari tradisi ini, selain menjaga budaya daerah, juga memperkuat tali silaturahmi antar nelayan.”

Source http://www.timurjawa.com http://www.timurjawa.com/2018/07/25/atonoh-jukok-tradisi-saat-panen-ikan-menurun/
Comments
Loading...