Asmarandana, Bagian VIII Serat Panisastra

0 53

Asmarandana, Bagian VIII Serat Panisastra

Asmarandana
Tan sinaba dening paksi, paksi kang saba ing toya, yen pandhita upamane, tilar pangabektinira, nuju becik kang dina, supe ing penambahanipun, yekti doh lan pangerannya.
Kalamun pandhita pasthi, tebih lan pangeranira, manggih cilaka lemahe, mangkana sang maharja, yen tan parikseng bala, kurang paramartanipun, anggung rengu aduduka.
Artinya:
Tidak pernah didatangi oleh burung, burung yang sering berada di air, seandainnya kalau pendeta, meninggalkan kebaktiannya, menuju hari yang bagus, lupa dengan statusnya sebagai pendeta, pendeta yang jauh dari Tuhannya.
Kalau takdir pendeta, jauh dari Tuhannya, celaka yan akan dijumpai, begitu pula Sang maharaja, kalau tidak melihat para tentarannya, kurang baik budinya, akan marah.
Isi teks:
Walaupun orang itu berstatus sebagai pendeta,akan tetapi jika meninggalkan kebaktiannya bisa lupa dengan statusnya.
Cuplikan di atas berisi tentang pendeta yang jauh dari Tuhannya dan akan celaka jika budinya kurang baik.
Source https://budaya-indonesia.org https://budaya-indonesia.org/Asmarandana-Bagian-VIII-Serat-Panisastra/
Comments
Loading...