Asale Dusun Matah Saksi Bisu Kisah Cinta Raden Mas Said

0 44

Asale Dusun Matah Saksi Bisu Kisah Cinta Raden Mas Said

Terbentuknya pemerintahan Wonogiri tak terlepas dari perjalanan Raden Mas Said Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya (KGPAA) Mangkunegara I atau juga dikenal sebagai Pangeran Samber Nyawa di Bumi Nglaroh pada 1741. Nglaroh sekarang menjadi salah satu dusun di Kecamatan Selogiri, Wonogiri. Dusun Nglaroh kini dikenal sebagai tempat asal mula Wonogiri terbentuk. Namun, dusun yang juga memiliki pengaruh besar dalam perjalanan Raden Mas Said adalah Dusun Matah. Dusun yang terletak di Desa Singodutan, Selogiri, itu menjadi saksi bisu kisah percintaan Raden Mas Said dengan seorang gadis yang akhirnya menjadi istrinya, Raden Ayu Matahati.

Kisah romantis yang menyelimuti Dusun Matah akan tetap abadi. Di dusun itu Raden Mas Said muda kali pertama melihat seorang gadis jelita yang tubuhnya memancarkan sinar gaib pertanda dia keturunan bangsawan. Dia lah Siti Rubiyah yang akhirnya menjadi istrinya. Setelah menikah Raden Mas Said mengganti nama istrinya menjadi Raden Ayu Matahati. Nama itu bermakna perempuan dari Dusun Matah yang telah mematahkan hati Raden Mas Said. Raden Ayu Matahati adalah anak dari Kyai Kasan Nuriman, seorang modin Dusun Matah. Dia adalah keturunan keempat (canggah) dari Raden Mas Jatmika atau Sultan Agung Anyakra Kusuma, raja Mataram.
Kisah cinta itu bermula ketika Raden Mas Said menggelar wayang kulit untuk memperingati malam weton atau hari kelahirannya di rumah pesanggrahan (sekarang Dusun Sanggrahan, Desa Singodutan). Selepas tengah malam dia bersama pasukannya berpatroli di lingkungan sekitar. Sesampainya di Dusun Matah dia melihat seberkas cahaya yang terpancar dari tubuh gadis yang tertidur di depan rumahnya. Gadis itu sebelumnya menyaksikan wayang kulit yang digelar Raden Mas Said bersama teman-temannya. Dia pun tertidur di halaman karena pulang terlalu malam.
Melihat hal itu Raden Mas Said bergumam dalam hati. Menurut dia gadis yang memancarkan sinar gaib itu pasti anak keturunan bangsawan. Hatinya pun bergejolak dan merasa gadis itu jodohnya. Namun, tidak mungkin bagi Raden Mas Said berbuat sesuatu terhadap gadis itu, karena dia harus menjaga kehormatannya sebagai pangeran.
Dia hanya mendekatinya lalu merobek ujung kain yang membalut tubuh gadis itu. Keesokan harinya Raden mencari siapa gerangan gadis yang kainnya telah dirobeknya itu. Setelah ditelusuri diketahui dia adalah Siti Rubiyah. Raden lantas melamarnya. Hingga akhirnya mereka menikah. Pemerintah Desa Singodutan membangun masjid di Dusun Matah pada 1970-an bernama Masjid Nur Iman. Masjid itu untuk menghormati Kyai Kasan Nuriman sebagai mertua Raden Mas Said.

Source http://www.jatengpos.com/ http://www.jatengpos.com/2016/11/asal-usul-asale-dusun-matah-saksi-bisu-kisah-cinta-raden-mas-said-767826

Leave A Reply

Your email address will not be published.